JANGHEAD

JANGHEAD

  • WpView
    Reads 393
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Fri, May 31, 2019
Aku lahir dari keluarga serba cukup , aku selalu lupa dengan apa yang aku punya aku ingin seperti mereka yang mempunyai kebahagiaan begitu luas aku rasa mereka tidak pernah punya beban sepertiku aku rasa begitu . Seperti soal cinta , keluarga , teman ataupun sahabat kadang buat ku minder entah apa yang tuhan rencanakan entah ini nasib ku atau memang Tuhan sedang menguji ku . "Kenapa aku belum pernah merasakan hal itu sebelumnya bagaimana rasanya menjadi dia , sungguh, aku ingin" Ucap Tia sambil mengepalkan tangannya . "Ada juga hal yang belum pernah dia rasakan yang pernah kau rasakan Tia "
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • From Leiden
  • SECRET
  • Cinta Berbalut Puisi
  • RUANG RINDU [END]✓
  • Tentang Bulan [ TAMAT ]
  • MY HUSBAND CEO[Completed]
  • Layla Dan Kehidupannya
  • Eliinaa
  • Kisah Akala
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA

Di luar hujan rintik membasahi bentaran langit dan rerumputan yang tumbuh disekitar halaman dan ayunan. Entah pertanda apa yang mengundang cuaca sesendu hatiku selama 6 tahun silam. Senyuman-senyuman indah sudah kewajiban tersendiri bagiku untuk orang-orang yang kusayang disekelilingku. Semakin lama aku mengunyah makanan semakin deras pula hujan yang menyapa. Seperti ada yang tertarik untukku berlama-lama melepaskan kerinduan tersendiri untuk sahabat lamaku. sepertinya Allah sedang menunjukkan kesedihanku lewat cuaca. "Assalamuallaikum kio taufan." tiba-tiba suara pria mengetuk pintu rumah mereka. "Siapa itu hujan hujan bang?." tanya kiori dengan suaminya yang dia mulai berdiri untuk menuju pintu. Lalu tangan taufan cepat meraih tangan kiori agar kiori tetap berada di meja makan tetapi niatnya kuhentikan karna kulihat wajah dan mata mereka saling beradu seperti ada sesuatu yang mereka sembunyikan dariku. "Biar aku saja taufan yang membuka pintunya, akukan sudah selesai makan kalian lanjutkan saja makannya" kuraih handphoneku agar dapat berkaca untuk membenahi jilbabku yang tadinya rusak kurasa. Lalu ku buka pintu dengan pelan dan kulihat seseorang yang berdiri dihadapanku. "Asstaghfirullah Rifqy." bagaikan kilat yang menyambar jantungku, handphoneku pun terjatuh dari genggaman tanganku. "Dhe...a!" lalu dia berpaling dari hadapanku dan berlari di bawah derasnya hujan yang mengguyur halaman rumah sahabatku. berlalu menuju mobil dan sama sekali tidak mau melihatku. "Tunggu sebentar!" lalu kukejar dia mengarah mobilnya tetapi dengan tancap dia meninggalkanku dengan hujatan air hujan yang membasahi jilbab serta tubuhku, dibawah derasnya hujan yang menghujat perasaanku. Kutelungkupkan tangisanku dan rasa sesalku untuk mengejarnya, kulihat dengan samar alphard merah semakin meredup dan hilang di tikungan simpang empat. Tatap aku, rasakan tangisku rifqy....

More details
WpActionLinkContent Guidelines