PAPAN
  • WpView
    LECTURAS 34
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 14, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
"Gue tabok pake PAPAN juga lo. Ya gak fa?" "PAPAN" "PAPAN" Begitulah ejekan dari teman temanya. Yang diejek pun pastinya tak terima. Bukan karena badannya langsing terus diejek sebagai papan kayu. Atau orangnya yang tahan banting. Bukan. Tapi PAPAN itu singkatan nama dari 2 orang. "ZALFA IRFAN" Sebenarnya sih F tapi berhubung bibirnya pada keseleo, jadi dipresetkan jadi p. Biasalah diejek, kan masih kecil. Baru juga SD. Jadi maklumin aja. Mereka belum pada dolor. Yang gak Biasa itu ketika di SMA diejekin juga. Kisahnya waktu SD telah terbongkar. Habis sudah riwayat mereka. Kalau ini sih masa kecil kurang bahagia namanya. Haha haha.
Todos los derechos reservados
#735
remajafiksi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Bad-Boy (Complete)
  • Love Letters [END]
  • Arka, Arsha, dan Arshaka [END]
  • SKRIPSUIT  ✔
  • Trauma
  • Elvina [COMPLETED]
  • THE CLIMB [Completed]
  • Untung Sayang
  • I NEED TIME ✔

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido