Bukan Rumah

Bukan Rumah

  • WpView
    Reads 685
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 26, 2018
(Mulai ditulis pada Bulan Juni 2018) Karena tidak setiap kisah dalam suatu cerita akan berakhir happy ending. Dan tidak setiap orang yang memiliki andil besar dalam kehidupan akan menjadi rumah untuk segala lelah. Mungkin, hanya sebatas persinggahan yang akan menghadirkan kenangan. Berawal dari terjebak tawuran, Naya jadi lebih kenal bagaimana kepribadian Panji. Sikap Panji yang berbeda jika berhadapan dengannya dibanding dengan gadis lain. Serta merta masa lalu dan masa sekarang yang tengah Panji jalani, Naya tahu itu. Dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari, hingga bulan ke bulan rasa itu bermetamorfosa dari sekedar rasa suka. Lebih dari itu, Naya menginginkan juga membutuhkan Panji. Namun, apakah Panji Arkana merupakan definisi pulang yang seharusnya? Atau justru hanya tempat persinggahannya saja? Jakarta, 2017.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLASS F
  • Holla, Hiper! (Complete)
  • ARUNIKA ✔ (TERBIT)
  • Menyimpan Rasa
  • Hurt
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • restart
  • Milenial VS Old Style (Completed)
  • Back To Change i'm aletha now ! #wattys2018
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines