ANGUSTIAS [END]

ANGUSTIAS [END]

  • WpView
    LECTURAS 7,019
  • WpVote
    Votos 495
  • WpPart
    Partes 56
WpMetadataReadConcluida mar, ago 6, 2019
Kehidupan Delora Angustias Wyanet yang menyedihkan membuat dirinya berusaha untuk hidup lebih baik sebagai sosok yang baru. Sayangnya, masa lalu sang ibu seolah terus menjadi sumber utama dalam setiap kesedihan yang ia alami. Bahkan, dalam perjalanan kisah cintanya. 'Bahkan jika siapapun berkata apapun padamu, jangan membenciku.' -Ryan Reszrey- Namun.. 'Bagaimana jika kukatakan bahwa aku adalah kunci dari kebahagiaan dan kesedihanmu?' -Jeanot Westly- Maka.. 'Pada akhirnya aku tetaplah Delora yang menyedihkan.' -Delora Angustias W. / Stephanya Xiu Waster / Tiffany Waster- _________________________________ [DO NOT COPY MY STORY] #6 di Sandiwara 21.05.2019 #6 di Lies 07.08.2019
Todos los derechos reservados
#121
sandiwara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Memorable
  • LATE
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Perfect Queen
  • Antara Cinta dan Lara
  • 0°Celcius [End]
  • CACTUS [END]
  • Fate In You (COMPLETED)
  • King Bullying [TELAH TERBIT]
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido