SHEVANO

SHEVANO

  • WpView
    GELESEN 131
  • WpVote
    Stimmen 32
  • WpPart
    Teile 6
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Sep. 26, 2018
"Dev, pernah nggak sih Lo belajar sama yang nama nya MENUNGGU?" Tanya Sharel yang langsung membuat langkah kaki Devano berhenti. Ia seakan mengingat suatu hal menyakitkan dimasa lalu nya. Yang membuatnya hingga kini, benci akan kata Cinta. 2 menit... 3 menit.. Ia terdiam.. Dan Akhirnya ia menjawab pertanyaan Sharel. "Kalo NGGAK? Kenapa? Buat apa Gua harus belajar MENUNGGU kalo nyata nya MENUNGGU itu SAKIT? Belum tentu juga, Hal yang Lo Tunggu itu bakalan Lo dapatkan. Kalo malah berakhir Di CAMPAK kan? Gimana?" Kata Devano dingin, dgn menoleh kebelakang dan menatap Sharel yang terdiam. "Maksud Lo?" Tanya Sharel bingung. "Lo nggak akan pernah paham apa yang Gua maksud Rel. Karena Lo sendiri nggak pernah ngerasain Sakit nya Menunggu. Dan berakhir Di Campak kan. Ck, Menyedihkan." Batin Devano. Baca langsung aja daripada penasaran. Daripada bingung, Sebelum baca kisah yang ini, baca dulu karyaku yang pertama ya. Soalnya ini juga berhubungan sama Cerita nya Adeknya Devano, Claravel Azuela. Tapi yang ini lebih berfokus aja ke Devano aja. Ikutin terus kisahnya dari awal ya. Jangan lupa selalu Vomment dan Follow akun Author. Thanks semua.
Alle Rechte vorbehalten
#24
italia
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • If You Know Who [TELAH DITERBITKAN]
  • Mental Disease
  • Devano (Tamat)
  • Revenge Love
  • My Perfect Doll
  • Venganza✔
  • Devayla Story✔ ( TERBIT )
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Impossible

[Tersedia di toko buku seluruh Indonesia] Saquel of If You Know Why Deja vu Mungkin itu pilihan kata yang tepat jika aku bertemu dengan pria bermata hazel dengan wajahnya yang sedingin es. Bagaimana tidak? Setiap apa yang dilakukannya selalu membuatku merasa bahwa aku pernah melakukan hal itu sebelumnya. Terkadang jika aku mencoba berfikir keras hingga menelusup keujung fikiranku, kepalaku akan berdenyut dan terasa seperti dipukul ribuan godam. Tuhan apa yang sebenarnya terjadi denganku? Dan siapa dia sebenarnya? Vennelica Calista ---------- Flashback Mungkin itu kata yang tepat untuk gadis bermata coklate yang awalnya ku lihat berwarna abu-abu. Dia sangat mirip dengan sosok gadis yang tiga tahun lalu kusia-siakan hingga pada akhirnya ia pergi meninggalkanku untuk selamanya. Semuanya sama, kecuali rambut dan matanya. Siapa dia sebenarnya? Apa dia adalah gadisku? Mungkin aku harus membuktikannya. Setelah semua terbukti benar, aku tidak akan pernah menyia-nyiakannya lagi. Davarianova Pramudya Pamungkas

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien