Hatfield Hall [On Going]

Hatfield Hall [On Going]

  • WpView
    LECTURAS 83,272
  • WpVote
    Votos 10,742
  • WpPart
    Partes 24
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jun 26, 2023
[Historical Fiction - Mystery] Where the Truth Lies Suaminya tua. Sangat tua. Lucine Hill baru berusia dua puluh lima tahun saat menjadi istri dari Oscar Reynard, seorang pengusaha kaya raya asal Amerika yang usianya terpaut enam puluh empat tahun dengannya. Kemudian... suaminya yang malang itu meninggal. Seminggu setelah pemakaman, sebuah kejutan yang mengerikan datang dari perutnya. Ia sudah mengandung selama empat bulan padahal suaminya tidak pernah menyentuhnya selama enam bulan pernikahan mereka. Kenyataan itu membuatnya meradang. Kehidupan Lucine kini menjadi semakin rumit, masalahnya saat ini bukan hanya seputar misteri Hatfield Hall, tapi juga tentang Regis. Putera suaminya yang kembali dari Paris; yang sangat arogan dan kasar, bahkan tak bermoral karena menginginkan ibu tirinya. Meski begitu ia sudah menyadari adanya keganjilan dari semua peristiwa tersebut. Ia akan berusaha menyibak semua kebenaran itu demi ketenangannya. Tak perduli meski kegelapan abadi terus berniat membutakannya.
Todos los derechos reservados
#54
regis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • KERTAS dan KANVAS
  • CROWN OF REGRET
  • Her Dream Man
  • Lime of Euphoria
  • Girls Just Wanna Have Secrets
  • Second Chance
  • Because I Love You ( TAMAT  )
  • [18+]The Second Waltz - 1st Ballroom Series  (HALF PUBLISHED): Ebook Available
  • I Married the King Who Burns Love [END]

Pemuda dengan palet yang digenggamnya itu pernah membuatku percaya, bahwa mungkin, sesuatu sedang tumbuh di antara kami. Tapi hari itu, semua terasa menggantung. Tak ada jawaban, yang kutemukan hanya tatapan tanpa kepastian. "We haven't even started yet, Reen." Apa katanya? haha, ini lucu sekaligus menyedihkan. *** Eireen tak pernah benar-benar berniat membagikan kisah itu pada dunia. Ia menulisnya bukan untuk dikenal, melainkan untuk melepaskan. Sebuah cara diam-diam merawat luka yang tak sempat disembuhkan oleh waktu. Ketika buku itu kembali terbuka, bukan pembacanya yang masuk ke dalam cerita, melainkan dirinya sendiri. Ia terbenam dalam setiap kalimat, setiap bab, seolah diseret kembali ke masa lalu yang belum usai. Dan saat realitas mengetuk, garis antara fiksi dan kenyataan mulai kabur. Kisah yang ia kira telah usai, rupanya hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk benar-benar dimulai. *** All picture ©Pinterest

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido