Fausterkids

Fausterkids

  • WpView
    Leituras 252
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, nov 24, 2019
Di Kontinen salju dengan menara yang tinggi menjulang menjadi harapan bagi orang-orang disekitarnya. Tak terkecuali dari tiga anak yang bermimpi untuk mengubah takdirnya. Namun selama ini hal tersebut jauh dalam jangkauan mereka akan tetapi sebuah keajaiban terjadi! Dengan jatuhnya sebuah awak pesawat yang seharusnya tak ada di dunia ini mengubah takdir mereka dan takdir dunia, entah itu ke arah yang lebih baik ataukah ini adalah sebuah perjanjian dengan setan yang kelak akan menghancurkan dunia.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Against Fate
  • DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell)
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • Celestial Dominion
  • The Magic Destruction & Chaos
  • Takhta Ilahi Dari Darah Purba
  • Rahasia di bawah Bulan
  • School Magic (hanya gue yang boleh bully dia)
  • The Fake Knight and The Witch Beyond The Great Wall
  • Crimson Veil

Di dunia yang hancur oleh invasi monster dari dimensi lain, para Hunter menjadi harapan terakhir umat manusia. Cain Aldric, seorang Hunter kelas-F yang diremehkan dan dipandang sebelah mata, hidup hanya untuk bertahan. Tapi semuanya berubah ketika ia dikhianati dalam ekspedisi dungeon dan terlempar ke dalam Abyssal Ruins-lantai terdalam dan terlupakan, tempat kematian adalah kepastian. Namun Cain tidak mati. Di tengah kegelapan, luka, dan pengkhianatan, ia bertahan. Ia membantai monster demi monster, menggali kekuatan dari rasa sakit, dan mengukir jalan berdarah menuju kekuatan sejati. Di antara suara jeritan, bisikan kematian, dan tubuh yang terus jatuh ke jurang kegilaan, Cain melangkah sendirian... namun tak pernah benar-benar sendiri. Semakin dalam ia masuk, semakin jelas satu hal-monster terbesar bukanlah yang mengintai di kegelapan, melainkan yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Di hadapan takdir yang ingin memadamkannya, Cain bersumpah untuk satu hal-menghancurkan takdir itu sendiri.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo