We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Catatan Harian Seorang Depresi

Catatan Harian Seorang Depresi

  • WpView
    Reads 140,653
  • WpVote
    Votes 6,291
  • WpPart
    Parts 78
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Ada yang berpura pura terlihat kuat, Ditengah keadaan hati yang patah begitu hebat. Bergembira menyembunyikan lara, tertawa dalam nelangsa. Hidupnya adalah tanggung jawab terbesarnya. Memeluk diri sendiri saat lelah, dan menciptakan tempat "pulang" yang baru. Karena keluarga tak menawarkan hal tersebut. Quetes...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • LUKA
  • Full Of Scratches
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Diary hati:)
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines