Catatan Harian Seorang Depresi

Catatan Harian Seorang Depresi

  • WpView
    Reads 140,653
  • WpVote
    Votes 6,291
  • WpPart
    Parts 78
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Ada yang berpura pura terlihat kuat, Ditengah keadaan hati yang patah begitu hebat. Bergembira menyembunyikan lara, tertawa dalam nelangsa. Hidupnya adalah tanggung jawab terbesarnya. Memeluk diri sendiri saat lelah, dan menciptakan tempat "pulang" yang baru. Karena keluarga tak menawarkan hal tersebut. Quetes...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • Diary hati:)
  • Full Of Scratches
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • LENGKARA
  • Say you LOVE me
  • REGRET [END]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines