Puisi Jiwa

Puisi Jiwa

  • WpView
    Lecturas 199
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Partes 18
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 21, 2020
WpInfo
Poesía
Etiquetascinta
Tuturan kata-kata ini menepis berbagai tekanan batin yang meringkus hati ini Berharap dapat dibukakan hati Kemudian masuk dan terikat dengan suci Penulis menuangkan seluruh rasa pada tulisan puisi jiwa ini, ia hanya seorang pria biasa. Pemalu dalam berkata, namun bergelora jika mencinta. Hingga pada hari-harinya hanya berisikan kata-kata yang mewakili jiwanya, tanpa kata-kata ini. Ia akan terus tertekan, karena tak ada yang ia curahkan. Semoga pembaca dapat menikmati puisi ini, selamat membaca.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • BAYANGAN HARAPAN [END]
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido