Miracle
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 20, 2018
Seorang wanita berkulit kuning langsat berperawakan tinggi dan memiliki wajah baby face terlihat sedang mengatur deru nafasnya yang terlihat tak teratur dan terlihat wajahnya yang mulai kelelahan, meski begitu aura kecantikannya sama sekali tidak pudar "Ayo kamu bisa er , waktu masih panjang kamu bisa" Terdengar samar samar dari pinggir lapangan suara dari pelatihnya dengan segala tenaga yang tersisah ia terus melakukan tendangan tendangan yang dapat melumpuhkan musuhnya. Jauh di dalam hatinya ia sudah bertekad kuat untuk memenangkan kejuaraan ini. Pertandingan terus berlangsung ia mulai bangkit dan terus memberikan tendangan bertubi tubi dan akhirnya "Bughh" ya musuhnya terjatuh dan wasit menghitung "Saya hitung sampai lima ( satu...., dua...., tiga...., empat....., lima.....)" "Pritttt" dan wasit pun memutuskan "Hung menang" Dan ia pun segera bersujud syukur di atas matras dengan air mata bahagia yang deras, dan segera berlari menemui pelatih serta teman temanya mereka terlihat sangat bahagia. Berbeda dengan cowo satu ini ia terlihat sangat santai dengan perawakan tubuh tinggi dan ideal. Ia sedang memasang alat bertadingnya "Sudah siap?" tanya temanya "Siap gak siap nanti juga siap sendiri" jawabnya dengan santai "Yaudah ayo" ajak temanya seraya berlalu dari hadapannya Dengan langkah tegap ia mulai berjalan menuju area pertandingan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • THE CLIMB [Completed]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Aderaga [ON GOING]
  • ON SIGHT (Completed)
  • Our Love
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Hema Alkaris (and his life)

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa

More details
WpActionLinkContent Guidelines