Dream take me away

Dream take me away

  • WpView
    Membaca 811
  • WpVote
    Vote 71
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadLengkap Sab, Jan 12, 2019
Di era zaman sekarang, Mungkin arti Kata " Perasaan " itu hanya semata- mata untuk memiliki, membanggakan, ataupun menjadi topeng kehidupan lainnya. Semua orang hanya mementingkan dirinya sendiri sehingga mengacuhkan rasa kasih Sayang, persahabatan, suka duka, simpati, ataupun rasa cinta yang tercipta, sampai membuat keretakan dalam perasaan-perasaan itu. Peradaban zaman sudah semakin canggih, manusia Berlomba-lomba memperlihatkan keahlian dan hampir tidak memperdulikan rasa itu.Jika pun di zaman modern Ini masih ada rasa seperti itu, bagaimana kisah cerita kehidupan itu terjadi? , apa seperti di sinetron televisi yang kisahnya dramatis? , atau yang versi film romance idaman yang berakhir bahagia? Di cerita ini kalian dapat merasakan bagaimana peradaban zaman sekarang, *kisah tentang menggapai Impian, dan kisah cerita perasaan-perasaan itu di era Ini, kalian juga dapat rasakan bedanya cerita Ini dengan cerita lainnya* (Selamat Membaca)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#56
myfirststory
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hopeless
  • Cuaca
  • MY BELOVED STAR (Discontinued)
  • ALEYA~~
  • psychologycal
  • 180° [END]
  • Merebut Senja [COMPLETED]
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Tentang Rasa [TAMAT]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan