Fall in love Love And become a lovers Pernahkah kalian mendengar kalimat ini? Love enters a man through his eyes, woman through her ears, kutipan oleh Polish Proverb. Lalu, pernahkah kalian jatuh cinta? Jika iya, apa yang pertama kali membuatmu jatuh cinta? Fisiknya yang elok kah, suaranya yang merdu, atau kebaikan hatinya? Jika membicarakan jatuh cinta, rasanya fisik yang elok lah alasan utamanya. Katanya, dari mata turun ke hati. Bukan berarti matanya turun ke hati, itu lebih kepada ketika matamu menemukan seseorang yang menawan dan membuat jantungmu berdebar kencang. Itulah jatuh cinta. Ada yang bilang, mereka tidak memandang fisik saat pertama jatuh cinta. Ck, bullshit. Nara yakin dua ratus persen jika fisik lah alasan utama jatuh cinta.
Tapi.... Chandra, Nara melihat Chandra pertama kalinya. Nara rasa... jantungnya berdebar dengan kencang, pipinya memerah semerah tomat dan tiba-tiba saja matanya berbinar saat melihat Chandra. Nara sadar, dirinya jatuh cinta. Jatuh pada pesona Chandra, yang secara fisik memang menawan. Tapi bukan itu alasan Nara jatuh cinta karena tidak sesimpel itu, karena Chandra berbeda. Chandra tidak seperti laki-laki yang sering Nara temui. Dan tentu rasa cintanya juga berbeda. Tapi Nara hanya bisa berencana, rencananya : menjadi pacar Chandra dan kalau bisa sampai menikah. Itulah rencana Nara, tapi manusia hanya bisa berencana, kan? Lalu... Rajendra. Entahlah, Nara bingung.
Rajendra, mungkin hal paling tidak terduga yang muncul di tengah-tengah rencana Nara. Dan Rajendra, banyak menyimpan makna. Rajendra juga jatuh cinta.
It was love at first sight, at last sight, at ever and ever sight - Vladimir Nabokov
Inilah Nara dan kisah cintanya.
Rank :
1 in Indonesia
2 in Agegap
10 in Agegap
17 in Nara
18 in New Story
20 in New Story
22 in Nara
28 in new story
34 in Nara
35 in New Story
36 in New Story
Salah satu bentuk pembodohan diri adalah disaat aku tau kamu sedang menjaga hati untuk orang lain, sedangkan aku masih saja setia mencintaimu dari jarak dekat.
***
"Kakak tau hal apa yang paling menyakitkan saat kita sedang merasa bahagia?" tanya Shella sembari menghapus air matanya yang mulai menetes kembali, sedangkan Arion hanya menggeleng tak tau.
"Saat kita dibuat terbang setinggi-tingginya. Hanya untuk dijatuhkan kembali," lanjut Shella yang membuat Arion menatapnya bingung tak mengerti.
Saat Arion ingin menggenggam tangan Shella untuk kesekian kalinya, lagi-lagi Shella menjauhkan tangannya lalu kembali menatap Arion dengan senyum yang bercerita tentang luka nya hari ini.
°°^^°°
"Hal sia-sia yang selalu ku usahakan adalah berusaha melupakan dirimu, disaat hatiku belum siap membuka hati untuk orang baru"
~Shella Novelia Az-Zachary
"Terlalu menjaga, sehingga memilih menghindar walau rasa tetap ingin memiliki"
~Arion Lavi Pradipa
Ini cerita pertama aku, semoga kalian suka ya. Jangan jadi readers ghost dong😭 pokoknya kudu vote dan komen. Aku maksa loh ya, MAKSA. Hahaha🤭
DI FOLLOW DULU YA,SEBELUM DIBACA KARNA AKAN ADA PART YANG DI PRIVAT. MAKASIH😙❤