Malam Tanpa Bintang

Malam Tanpa Bintang

  • WpView
    LECTURAS 242
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadConcluida mié, ago 22, 2018
WpInfo
No ficción
Ini cerita yang banyak hiperbolanya banget hehe cerita ini aku tulis waktu aku SMA, beberapa tahun silam. Kenapa baru di publish ? karena aku kangen banget nulis cerpen. Cerpen ini mengisahkan kegiatanku selama semalam yang dibarengi bayang-bayang masalalu. Ada cerita semasa sekolah, unsur cinta, persahabatan, keiklasan, dan patah hati. Semoga kalian gak bosen bacanya yah hehe.. ini cerita gaya remaja banget mungkin sebagian pembaca yang udah dewasa (kaya aku gini) hehe.. agak mikir lucu kali ya 😁 Diawal cerita mungkin kalian merasa bosen uu tapi coba dibaca terus yaa ngena banget kok kalau buat yang pernah ngalamin hehe. Penasaran kan? Penasaran dong 😁 selamat membaca semoga kalian suka 😘 Jangan lupa kasih komentar yah lovely readers biar aku bisa lebih belajar lagi dan termotivasi nulis cerpen. Tengkiss 😘
Todos los derechos reservados
#16
hiperbola
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • He is not My Best Friend (End)
  • Kelas A [End]
  • PAPERFLAKES
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Life Story ✔️ | END
  • My Friend and My Bestfriend
  • CERPEN
  • HAFI & NABILA [REVISI]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido