My Destiny!

My Destiny!

  • WpView
    Reads 81,259
  • WpVote
    Votes 1,628
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 16, 2022
Menjadi bergelimang harta tak selalu membuat pemiliknya bahagia. Bahkan terkadang dalam satu waktu di hidupnya, ia berpikir lebih baik bahwa ia menjadi orang yang berkecukupan saja. Menjadi orang kaya membuatnya harus memenuhi tuntutan keluarga ini dan itu. Valleta membenci dunianya, ia merasa rencana semesta terlalu tidak adil untuk orang yang hampir selalu merasakan kebahagiaan. Dulu 'Persahabatan dan Keluarga' merupakan hal yang sangat membahagiakan untuk Valleta. Namun ia tak pernah memperkirakan dunia nya akan hancur berantakan dalam satu malam karena bertemu seorang pria. Di malam ia bertemu dengan Kefas, pria gila yang membuatnya benar-benar hampir gila karena setiap kelakuannya. "Pergi, kubilang pergi ya pergi!!" Valleta tak tahan dengan Kefas, ia menjerit keras. "Hmph, ini semua bukan salahku. Kau saja yang awam di dunia politik, dasar anak manja." Ditulis: 23-08-18
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Al-Vin [END]
  • KEIRA (Revisi)
  • An Angel
  • Nephilim
  • Asya (REVISI✓)
  • SEWINDU
  • Fake Nerd Girl (COMPLETED)
  • RIVERSIDE (END-REVISI)
  • GILANG [SUDAH TERBIT]
  • The Fault

Brukkkk .... Suara benda jatuh seakan menggema di area lorong sekolah sepagi ini, dan mengapa harus dirinya? "Aduh," pekik Tata ketika merasakan ada yang menghantam tubuhnya sehingga memaksakan dirinya terjatuh ke lantai. "Eh lo!! kalo jalan tuh pake mata dong. Gimana sih, enggak lihat apa di sini ada bidadari yang imut nan cantik jelita. Minta maaf kek apa kek malah diem aja, berasa ngomong sama manekin gu-" cerosos Tata dengan suara cempreng khasnya. "Berisik!!" potong seorang cowok dengan wajah yang terlihat datar, seakan tidak peduli dengan apa yang baru saja terjadi, kemudian langsung pergi begitu saja tanpa mau melirik sama sekali kepada korban. Lahh kok? Kok jadi dia yang nyolot sih! batin Tata menggerutu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines