My Destiny!

My Destiny!

  • WpView
    LECTURAS 81,258
  • WpVote
    Votos 1,628
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, dic 16, 2022
Menjadi bergelimang harta tak selalu membuat pemiliknya bahagia. Bahkan terkadang dalam satu waktu di hidupnya, ia berpikir lebih baik bahwa ia menjadi orang yang berkecukupan saja. Menjadi orang kaya membuatnya harus memenuhi tuntutan keluarga ini dan itu. Valleta membenci dunianya, ia merasa rencana semesta terlalu tidak adil untuk orang yang hampir selalu merasakan kebahagiaan. Dulu 'Persahabatan dan Keluarga' merupakan hal yang sangat membahagiakan untuk Valleta. Namun ia tak pernah memperkirakan dunia nya akan hancur berantakan dalam satu malam karena bertemu seorang pria. Di malam ia bertemu dengan Kefas, pria gila yang membuatnya benar-benar hampir gila karena setiap kelakuannya. "Pergi, kubilang pergi ya pergi!!" Valleta tak tahan dengan Kefas, ia menjerit keras. "Hmph, ini semua bukan salahku. Kau saja yang awam di dunia politik, dasar anak manja." Ditulis: 23-08-18
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dear of Natasya
  • An Angel
  • Fake Nerd Girl (COMPLETED)
  • Alphabet
  • KEIRA (Revisi)
  • SEWINDU
  • That's All Cause IFY (END) - Revisi
  • BarraKilla
  • Friendship
  • Our Emergency Calls

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido