We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Playboy Boyfriend

My Playboy Boyfriend

  • WpView
    Reads 1,963
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"gapuas apa Lo nyakitin gua terus al? wanita mana lagi yang mau elo permainin?!" ucap Reina dengan nada tinggi kepada Alvero. Alvero hanya tersenyum manis kepada Reina. "gua ga pernah nyakitin elo Rein elo nya aja yang terlalu cemburuan rein." ucap alvero kepada Reina namun dengan nada pelan dan halus . itulah senjata Alvero Fernando bila Reina sudah marah ia pasti berbicara dengan nada halus padanya "bukan nya elo yang cemburuan ya Al? Lo itu aneh ya Al elo ga suka kalo gua Deket sama cwo lain meskipun cwo itu sahabat gua! tapi elo?elo Deket sama semua cewe dan gua ga boleh marah sama elo? gua kadang ngerasa bego kenapa gua masih aja mertahanin elo padahal elo ga pernah mempertahankan ataupun berjuang untuk hubungan kita Alvero Fernando!" ucap Reina kesal kepada Alvero, dan Alvero hanya diam karena apa yang di ucapkan Reina benar ada nya.
All Rights Reserved
#418
reina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AL AL GANG [Complicated]
  • GASA [end]
  • ALEXON [END]
  •  Alvaro [Belum Di Revisi]
  • Transmigration of Bad Boy
  • Just A Friend To You (COMPLETE)
  • Ketos
  • ALFARA
  • DERAN
  • CINTA YANG NYATA

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines