Story cover for Shifa's Diary by shifaauliya18
Shifa's Diary
  • WpView
    GELESEN 18
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
  • WpView
    GELESEN 18
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
Laufend, Zuerst veröffentlicht Aug. 23, 2018
Ini kisah nyata yang pernah ku alami. Terdengar mustahil memang, tapi aku mengalaminya.

Ingin mengelak dan bersikap seperti manusia biasanya, namun aku gabisa. Aku sudah mencoba untuk menghilangkan kemampuanku, tapi orang-orang pintar yang pernah aku datangi tidak ada yang bisa menghilangkannya.

Untuk itu, aku berusaha menyesuaikan diriku dengan kemampuan ku ini. Walau terkadang aku suka terkejut melihatnya, tapi aku ingat perkataan Mama.

Mama berkata, "mereka hidup berdampingan dengan kita, mau bagaimana pun, kamu gabisa menyingkirkan mereka. Jadi, belajarlah menerimanya dan bersikap biasa saja."

Maka dari itu, aku mengabaikan pengalamanku dalam cerita pendek ini. Selamat menikmati kejadian yang menegangkan yang pernah ku alami, para readers.
Alle Rechte vorbehalten
Inhaltsverzeichnis

1 Kapitel

Melden Sie sich an und fügen Sie Shifa's Diary zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 8
Silent Scars | Orine cover
INDIGO cover
Sepucuk Rindu cover
someone like you cover
Cinta Tapi Cinta? cover
Who Is She? (Hiatus) cover
Kamu Yang Terindah ( ORINE ) -END cover
S E N S I T I F cover

Silent Scars | Orine

17 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

seorang gadis yang selalu menghadapi kejamnya dunia dengan senyuman manisnya. gadis yang tak pernah terpikirkan cara untuk membenci, tak peduli berapa kali dirinya di hina, senyuman nya tak akan pernah luntur dari parasnya yang indah. mungkin hanya ada kesedihan di dalam dirinya, dan tak lupa keikhlasan dirinya menghadapi itu semua dengan senyuman. "jangan pernah berani buat sentuh gue" "dasar ga guna" "lu ga akan pernah pantas jadi teman gue" -Oline entah siapa yang ada di pihak nya, entah siapa yang melindungi nya, dan entah siapa yang menemaninya. yang pasti mereka semua hanya diam saat dirinya di tindas, mereka semua bahkan ikut mengolok-olok dirinya. "aku hanya ingin membantu" "maaf sudah membebani" "aku akan memantaskan diri" -Erine