Terror dijemput iblis

Terror dijemput iblis

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 23, 2018
Keluarga yang hidup sederhana tanpa adanya seorang ayah menjadikan ibu sebagai tulang punggung keluarga. Membuat seorang ibu menjadi dua peran yaitu ayah dan ibu, nubai yang memiliki saudara perempuan yang bernama jaika yang senang tiasa membantu ibunya sebagai penjual kue kering, sedangkan nubai yang memiliki cita cita menjadi seorang dokter Tapi sayank karna factor ekonomi keluarga, membuat nubai tidak bisa melanjutkan kuliah kedokteran seorang ibu yang tidak mampu meraih cita cita anaknya tetapi ia bisa membuat nubai tersenyum karna kasih sayang dimiliki seorang ibu kepada anaknya tidak ada batasnya.
All Rights Reserved
#421
hantu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Rumah Santet
  • BELENGGU HITAM [Sudah terbit]
  • Kutukan Tumbal
  • Kamar Bernapas
  • Rumah 9 Hujan
  • CERITA HOROR : Wasiat Di Balik Cermin
  • Penghuni Asrama
  • A Letter to My Sister
  • AFKARA [END]

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines