ANGAN
  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2020
Suatu hari, dia berbicara padaku lalu mengacak rambutku dengan ekspresi senang. Bahkan aku baru saja mengetahui namanya kemarin. Lalu entah mengapa dia tiba-tiba tahu kalau aku menyukainya. Dia menyuruhku berhenti menyukainya dengan secarik kertas di kolong mejaku. Dan dia mulai menampilkan ekspresi tidak suka kepadaku ketika kami bertemu. Dan itu sangat aneh. Mengapa dia begitu membenciku. Dan tetanggaku, Biru. Aku tak terlalu mengenalnya meskipun dia tetanggaku.Tapi tiba-tiba dia seperti ada di sekelilingku. Padahal dulu aku seperti tak menyadari keberadaannya.
All Rights Reserved
#18
angan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angel To Raya (END)
  • ONLY YOU
  • Karna Kebersamaan
  • Impossible Wish
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Setelah Langit Berbisik
  • HEART!

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

More details
WpActionLinkContent Guidelines