We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lawas
  • WpView
    Reads 1,423
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing1h 36m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 6, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Putus cinta tidak membuat seorang Queenessa jengah dalam menjejalkan kepiawaian asmaranya di dunia percintaan. Sedikit ada rasa trauma tapi tidak membuatnya mundur dalam hal move on dan mencari pengganti mantan kekasihnya yang sialan itu. Berawal dari nomer ponsel tidak dikenal yang diberikan oleh Wildan membuatnya coba-coba berkenalan. Hingga tiba masa dimana segala yang telah terencana kedepannya terasa semu. Akankah semua terencanakan lagi ? 'kisah yang diangkat dari kehidupan seorang remaja, dirangkum dan dijadikan cerita oleh penulisnya.
All Rights Reserved
#195
dio
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Putih abu-abu
  • Detak Jantung Aurora
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • Unspoken Things
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • The Fifth Season [βœ”]
  • Sampai di titik, "Hallo" lagi
  • Jalan Berpisah

Rio menatap gadis yang berjongkok di depannya menangisi kuas yang telah terbagi menjadi dua di depan teras rumah. pria itu menjajarkan berjongkok dan emncoba menatap mata Andini yang angkuh namun kini dipenuhi dengan air mata. "jangan nangis, berisik, saya terganggu" Andini menatap Rio dengan penuh kemarahan. "pasti lo yang kasih tau ke papa dan mama kan?! daar tukang ngadu! harunya lo tau diri! gue udah cukup baik dengan nerima lo di rumah gue!" itulah ucapan kasar Andini yang selalu membal di hati Rio. setelah seminggu berlalu, Andini menatap sebuah kuas yang sama persis terletak di dalam tasnya 'jangan nangis berisik' Andini tau kuas itu dari siapa, dan dari mana asalnya. dan dalam seminggu jantung Andini ebrdetak kembali lebih cepat seperti biasa, ketika ia terlalu dekat dengan Rio, ketika Rio menggendongnya di belakang, atau ektika Rio pasrah menjadi bulan-bulanannya. dan Andini tahu, itu bukan sekedar kagum. ia jatuh cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines