LATTE CORNER(Macchiato&Matchalatte)

LATTE CORNER(Macchiato&Matchalatte)

  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 20, 2019
kisah cinta yang berawal dari pertemuan mereka di suatu Caffe yang menyediakan segala jenis latte dan makanan hits lainnya, yang ternyata mereka juga satu sekolah tapi tidak menyadari satu sama lain. "emang ya semua nama itu punya filosofi,contoh saja gadis itu, aneh. entah kebetulan atau bagaimana? Namanya Matcha tiap hari ngafe mesennya Matchalatte pula. Hebat! salut deh sama bokap nyokapnya pakai ilmu apa namain anak sampai kayak gitu". --Mac--- "Tengil! rese banget sih itu cowok, emang masalah kalau aku tiap hari ngafe mesennya matchalatte? kenapa dia yang ribet? kenapa mesti nyari gara-gara mulu sih sama aku? gak ngaca kali ya? dia juga tiap ngafe mesennya Macchiato mulu" --Matcha-- kisah hidup matcha yang Complicated dan sangat sulit di mengerti, ditambah lagi dengan rasa yang tidak wajar tiba-tiba muncul dari Garviel, kakaknya.
All Rights Reserved
#1
matchalatte
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  •  At SKOOL?
  • L A R A (Falling and Love) ✔
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • AZZKARA
  • Arsyilazka
  • Perfect uncle ✓
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker
  • Strawberry

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines