Fierce Senior

Fierce Senior

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 24, 2018
Nakal, dingin, sering terlambat, dan suka merokok. Itulah Raka. Most Wanted SMA Gemilang. Dengan wajah yang tampan namun sikapnya yang nakal, Raka dijuluki sebagai 'Bad Boy' di sekolahnya. Salma Briliana, murid pindahan yang sifatnya begitu ceria dan ceroboh. suatu saat, ia tidak sengaja menabrak punggung laki-laki berperawakan acak-acakan disekolahnya, namun sangat tampan. ** "Kak Raka ganteng banget ya Sal," Ucap Riana sambil menatap gerombolan laki-laki yang tengah duduk di meja pojok kantin. "biasa aja," Ucap Salma sambil memakan baksonya, "Bukan tipe gue" "halah, jangan mentang-mentang dia itu bad boy jadi lo selalu berprasangka buruk sama dia Sal. inget!, benci sama cinta beda tipis," Ya, benci dan cinta memang sangat tipis.
All Rights Reserved
#11
badbooy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • We Were We Are
  • My Annoying Boyfriend
  • RAKA
  • Ragu
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • My Crazy BadBoy (TERBIT)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Attention
  • Only You. [END]

Follow dulu yuk... Lanjut masukin perpus😇😇 Meira cewek paling dingin di sekolahnya dengan kepribadian yang di penuhi dengan secreet, ia cewek yang males berurusan dengan orang lain kecuali kedua sahabatnya. Namun di tengah tengah kehidupannya yang damai ia bertemu dengan laki laki bernama haqi yang termasuk siswa terfavorite dengan kecerdasan dan paras tampannya, tapi ia mendapatkan julukan the most wanted karna kepribadiannya yang tak tersentuh. Siapa sangka meir dan haqi ternyata sudah saling mengenal sebelum mereka terlibat di antara konflik konflik yang membuat mereka semakin saling membenci. Tapi justru meira dekat dengan sahabatnya, Devano. Meira - hidup dalam keheningan yang dipenuhi warna. Empat tahun berlalu sejak kehilangan bagian terpenting dari hidupnya. Ia menyembuhkan diri lewat kanvas, jauh dari Indonesia, jauh dari luka. Tapi pulang ke tanah air berarti membuka pintu masa lalu-dan di baliknya, Zayyan Nabhan Haqi masih berdiri... menunggu. Dulu, cinta mereka terpisah oleh keadaan. Sekarang, cinta itu diuji oleh keraguan dan sisa luka yang belum sembuh. Bisakah dua hati yang patah kembali saling percaya, setelah terlalu lama diam? "We Were, We Are" adalah kisah tentang patah dan pulang, tentang dua jiwa yang belajar mengisi ruang yang dulu kosong, dan tentang cinta yang menunggu waktu untuk selesai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines