We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Derai Rindu

Derai Rindu

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Apr 22, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Deretan asa yang belum tersampaikan oleh angin. Bukan tidak beralasan untuk berhenti, sebab ada rasa yang perlu di jaga dan untuk di kenang . . Kisah Arunika, seorang gadis dengan campuran darah Jawa-Batak, yang bertemu dengan pria muda bernama Alferado H. saragih. Alferado pria yang membuat Arunika gadis desa itu mengerti arti sebuah rasa bahagia dan juga sakit secara perlahan. Dan dari sana Arunika berubah, dari gadis polos menjadi wanita dewasa yang kuat. Ia meninggalkan cara hidup lama demi tekad yang Ia hasilkan dari rasa sakit yang Alfe beri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Anggi & Anggia
  • ARUNIKA
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Senja Yang Sunyi
  • BAYANG-BAYANG ARUNIKA
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines