Dandelion

Dandelion

  • WpView
    Reads 213
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 27, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Mentari tersenyum menghampiri derap kaki yang mengayun cepat, kilatan cahayanya memberi sensasi semangat luar biasa pada jiwa-jiwa muda SMA Taruna Nusantara. Embun segar di pucuk rumput menyapa sepatu-sepatu hitam kami dengan kesejukkan. Ngakak anjirr, geli sendiri nulisnya. Hahahahaha "Heyy ini cerita masa SMA ku dimana kami ingin menjadi Dandelion" "Iya Dandelion, bunga yang terlihat sangat lemah dan rentan tapi dia sebenarnya sangat kuat, karena Dandelion tidak takut angin yang menghempasnya, tidak takut jarak yang dia tinggalkan. Dandelion berpetualangan sampai angkasa, hingga pada suatu tempat Dandelion akan menebar benih keindahannya."
All Rights Reserved
#499
mostwanted
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Pelengkap (Tiga)
  • Kutukan Dandelion Biru✔️
  • LOVE VIRUS [NAHYUCK] 🐰🐻
  • Pieces of Light
  • Viva La Vida
  • Pluviophile [END]
  • HIDDEN - Pangeran Sekolah [SELESAI]✔
  • Choices

~ini lanjutan cerita ~MISI GABUNGAN sepulang sekolah Zahra mendapat panggilan yang mengharuskan dia menghadiri ekskul stem yang dia sebenarnya tidak mau pergi kesana. Tapi berbeda dengan Yusuf dan Rahman yang tidak banyak protes dan tetap mendatangi ruang ekskul stem. "Arggh, aku padahal udah bilang gak mau ikut loh" omel Zahra sepanjang jalan "Dah tu, kita coba je la, kalau tak seronok baru berhenti" ucap Rahman "Koleksi stem, jelas la tak seronok, ape la kau ni Rahman" ucap Yusuf "Mana sih ruangannya?" Marah Zahra karena sudah lelah berjalan "Haa tu, bilik stem" ucap Yusuf Mereka bertiga berjalan dan masuk kedalam ruangan tersebut, betapa terkejutnya mereka saat melihat ruangan yang ternyata adalah sebuah gudang. "Ooh, salah masuk kita ni" komentar Rahman Mereka berbalik keluar tapi terkejut saat melihat cikgu bidin didepan pintu. "HWAAA, cikgu bidin. Jangan ngagetin dong" marah Zahra "Korang dah sampai, ambil satu-satu, habistu letak Kat sini" ucap cikgu bidin Mereka bertiga menurut dan setelah meletakkan Stam ke buku tiba-tiba muncul pintu rahasia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines