Story cover for My Possesif Brother by senjadanlembayu
My Possesif Brother
  • WpView
    Reads 1,130
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 1,130
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Aug 26, 2018
Series #1 Crazy Possesive

Mari kita mulai. Aturan mainnya sederhana; kamu hanya perlu mencintai aku. Dan aku satu-satunya lelaki dihati kamu. 

(Namakamu) tidak tahu ini kesialan atau bukan, tapi sejak ia diasuh orang keluarga Dhiafakhri semuanya berubah. Ia merasakan hangatnya keluarga tapi juga tekanan batin karena abang angkatnya. Iqbaal Dhiafakhri. Lelaki itu seolah memperingati setiap lelaki yang ingin mendekatinya. Memberi peringatan tanpa ampun bagi para lelaki yang berniat memacari nya. Mungkin karena lelaki itu terlalu sayang padanya. Tapi bagi Iqbaal sendiri, (Namakamu) adalah berlian yang jika disenggol akan pecah. Iqbaal menjaganya, menyayanginya, dan jatuh cinta padanya. 


[RE-UPLOAD from MY POSSESIF BROTHER @susukejuhcoklat]
All Rights Reserved
Sign up to add My Possesif Brother to your library and receive updates
or
#25complex
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Behaviour ×IDR ✅ cover
Fungi & Larva • IDR✔️ cover
The Choice [ CJR ] - [ NK ] cover
Putar Balik cover
KAKAK OSIS  >< ADEK KELAS BAWEL(IDR) _END cover
[1] Dhiafakhri&Dzirafakhri [COMPLETED] cover
1. Senior Jutek VS Junior Rese • IDR [Completed] cover
I Love You Mr. Dhiafakhri [Completed] cover
Bersenyawa [IDR] cover
Ayah Iqbaal [3] cover

Behaviour ×IDR ✅

12 parts Complete

(Namakamu) bilang kalau Iqbaal adalah segalanya. Tetapi, tetap saja dia merasa kesepian. "Lo kekanakan banget! Apa lo gak tahu Vanesha tadi minta bantuan sama gue?! Lo jangan egois kayak gini!" "Maafkan aku, Iqbaal. Aku hanya gak suka kamu berdekatan dengannya." Iqbaal tersenyum miring. "Gue gak pernah menyetujui pertunangan ini. Lo pikir gue punya perasaan dengan lo?" Setelah mengatakan hal itu, Iqbaal beranjak dari kursinya dan menatap (Namakamu) dengan tajam. "Jangan pernah lagi lo ganggu gue." Dia pun meninggalkan (Namakamu) di halaman belakang rumahnya. Sementara (Namakamu) di sana hanya bisa meneteskan air matanya. "Aku takut, Baal. Aku takut suatu hari aku bosen sama kamu." Copyright2019 by: Anindya AulRa Dipublish pada : 28 Desember 2018 Berakhir pada : -