ARUNIKA

ARUNIKA

  • WpView
    Reads 526
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 8, 2018
"Bertemu denganmu seperti Serendipiti, dekat denganmu seperti Meraki. Kamu seorang Petrikor dan Nayanika yang selalu membuatku silau dengan tingkahmu. Kita memang ditakdirkan menjadi Efemeral, tapi percayalah kita ini seorang Abhati yang di anugerahi sang Ilahi. Mungkin hubungan kita sudah selesai, tapi Akad ini belum. Jadi hiduplah lebih lama Swastamita, bersama Arunika-mu..." ucap Damaresh Arunikawijaya sembari mengecup kening wanita-nya. "Damaresh, jadi kan aku tempat pulang-mu jika kamu tidak tahu harus kemana ya." jawab Aira Swastamita Rinjani dengan tegas kemudian tersenyum lembut. - Sebuah kisah perjalanan hidup Sang Fajar mencari Senja. © All Rights Reserved by MJISTORIYA
All Rights Reserved
#11
swastamita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • ARGANTA (END)
  • miss rempong
  • Lebih dari Teman [✔️]
  • Bagaskara Pradipta (END)
  • Eccedentesiast (Complete)
  • Arunika (COMPLETE)
  • AURORA
  • LOVE STORY QIANARRA

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines