Hujan di balik Mentari

Hujan di balik Mentari

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Mga Boto 20
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Jan 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ceritaku mungkin berbeda dengan dirinya. Melihat tertawa dalam kesedihan. Bukankah itu sesuatu tindakan bodoh?
All Rights Reserved
#50
mentari
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Eccedentesiast
  • HAUQALAH CINTA (TAMAT)
  • Gone(✔)🔚
  • Psycho Scenario ░ Kth ░
  • Assalamu'alaikum Kekasih Halalku
  • Broken
  • Azzam [Republish]
  • The Bloodcurdling Sword (COMPLETE) √
  • MEMORY[OSH]●TAMAT✔

Namanya, Mentari Khalila Hasan. Lebih akrab disapa, Riri. Senyumnya, secerah mentari dipagi hari. Namun, siapa sangka dibalik sebuah senyum cerahnya, tersimpan banyak kepalsuan. Seolah senyum yang ia tampilkan didepan semua orang hanyalah topeng, atau kamuflase untuknya bertahan hidup didunia yang keras ini. Mungkin Mentari adalah salah satu contoh dari berbagai macam orang didunia ini, yang bersembunyi dibalik topeng "smile" nya agar tidak terlihat menyedihkan. Terkadang orang yang paling banyak tertawa dan selalu mengumbar senyuman adalah mereka yang pintar menyembunyikan lukanya. Begitulah realitanya, banyak orang tersenyum tapi hatinya menangis. Bahkan ada orang yang baik didepan, tapi nyatanya menusuk diam-diam. Ada juga yang seolah membenci, padahal nyatanya menyukai. Pada dasarnya, apa yang kita lihat dan dengar itu belum tentu apa yang sebenarnya terjadi. Isi hati seseorang tidak ada yang tahu, selain dirinya sendiri dan Tuhan-nya. "Aku seperti siang yang tak pernah melihat malam. Seperti bulan yang selalu kesepian, dan seperti mentari yang selalu bersinar. Meskipun tiada yang tahu bahwa sinarku adalah palsu." - Mentari Khalila. 🌻🌻🌻 "Kemarin malam kamu jalan sama siapa ?" Gadis itu menatap lelaki didepannya penuh tanya. "Siapa yang bilang ?" Ucap lelaki itu lalu tersenyum miring. "Ada, kamu gak perlu tahu." Ujar gadis itu lalu menatap lurus kedepan. "Itu cuma sepupu, bukan siapa-siapa." Ucap lelaki itu. Gadis itu membisu ditempatnya. Lelaki itu menatap gadis yang tengah duduk disampingnya, "kamu kenapa?" Dengan segera gadis itu menggeleng, "aku gapapa." Ucapnya lalu tersenyum. "Kamu marah ?" Ucapnya sambil menatap gadis itu. Lagi-lagi gadis itu menggeleng lalu tersenyum, "aku percaya sama kamu." Lelaki itu pun balas tersenyum. 🌻🌻🌻 @TeenlitIndonesia FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, VOTE AND COMENT ?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman