Aimless Game | Epilog - Sequel

Aimless Game | Epilog - Sequel

  • WpView
    Reads 25,214
  • WpVote
    Votes 3,663
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 16, 2019
Aku akui, mereka memang memiliki banyak masalah dan mereka menakutkan. Aku tau, jika mereka tidak suka diganggu. Mereka tidak suka wilayah mereka diganggu. Semua dari mereka memiliki masa lalu yang kelam, dan harus dipertemukan menjadi sahabat. Membuat mereka terlihat menjadi berandalan. Aku sama seperti orang-orang lainnya yang percaya begitu saja pada kata-kata orang. Karena didukung penampilan mereka yang terlihat seperti berandalan. Mereka kumpulan orang bermasalah, tapi gadis-gadis disana juga tidak menolak jika kumpulan berandalan itu memang tampan. Aku pernah bertemu dengan mereka secara langsung, dan mereka memang memiliki wajah-wajah kelam. Tapi.. Aku tau satu hal setelah, salah satu dari mereka pernah menyelamatkanku. Mereka memang buruk, tapi mereka masih memiliki hati. Mereka hanya berkumpul untuk saling memahami, karena tidak ada yang memahami mereka. Bagaimana aku bisa tau? Aku telah menjadi bagian dari mereka. Apa yang aku dapatkan? Aku mendapat julukan berandal juga. Aku menyesal? Tidak sama sekali. Kenapa? Karena mereka adalah yang terbaik. Aku mencoba mengeluarkan mereka dari kegelapan dunia dengan sisa-sisa hati dan perasaan yang masih utuh dari mereka. Dan keutuhan hati ku juga. Tidak ada pengeditan cerita maupun kalimat, jadi di kata-katanya masih berantakan.
All Rights Reserved
#9
yewon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SERENDIPITY (Jungkok & Yumna)
  • MORALLESS
  • Under Shades ✓
  • Don't Leave Me, Please![ End ]
  • Dark Psycho Love ✔
  • I Can't Forget You-BTS + EXO + GFriend FF|| √√ ||
  • ABYSS🍀
  • MAGENTA ✓
  • My Interlude[Complete]
  • Light in the Dark

Hai, Jimin.. Entah ini kali keberapa Kita saling berpapasan Kau tidak menyapaku dengan ramah hingga diujung hari, dulu aku sangat suka caramu menyapa lembut dengan sebutan namaku. "Yumna" Aku rindu caramu dalam membawaku pada sebuah ketenangan, Aku rindu caramu menenangkan diriku yang sedang kacau dan aku rindu sangat kita benar-benar bersama saling bercerita tentang hari ini yang terjadi Ada banyak kecemasan yang aku rasakan Tentang masa depan juga tentang beberapa hal yang berjalan tak sesuai harapan. Ada banyak pertanyaan yang muncul dibenak ku, tentang mengapa kita harus seperti ini? Kamu menyalahkan diriku seakan-akan aku benar melakukan kesalahan yang fatal? Aku berusaha untuk memperbaiki dan mencari tau apa kesalahan ku itu? Niatku yang baik, dengan tanggapan mu yang tak pernah terbuka. Kamu tutup erat hati ini, sampai aku tersesat didalamnya Hingga suatu hari dia datang, seorang laki-laki baik hati yang menggeraikan tangannya untuk ku gapai, dia (Jungkok) datang dengan memberikan ku pertolongan, dia datang memberikan ku perhatian lebih dari yang ku berikan. Seseorang yang bertingkah seperti ekspetasimu, perlahan menghapuskan seluruh beban yang sedang ku pikul, dia menarik tanganku sampai aku keluar dengan bebas, dan sekarang aku mengerti bahwa sebetulnya. (Aku benar-benar mulai mencintai dirinya...) Apapun yang sudah terjadi, ini akan tetap menjadi masa lalu. Sejarah antara kamu dan aku akan tercatat dengan rapih, Jimin aku sudah memaafkan apapun yang sudah terjadi. Aku harap kamu juga akan maafkan kesalahan yang tidak sengaja ku buat dan menyakiti hatimu Salam manis Yumna young

More details
WpActionLinkContent Guidelines