The CEO Wife

The CEO Wife

  • WpView
    Reads 1,939
  • WpVote
    Votes 195
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 13, 2019
Sejak kecil Kagura hanya memikirkan kebahagiaan saja, tidak pernah terlintas di otaknya bahwa di balik kebahagiaan pasti ada kesedihan. Keluarga yang hancur, ibunya terkena TBC, ayahnya cacat, kakaknya kabur. Kagura harus menerima semua itu dalam waktu singkat. Gadis manis dan periang itu kini tidak lagi memiliki senyum cerah di wajahnya, yang tersisa hanyalah ekspresi dingin. Kebahagiaan yang seharusnya dirasakan olehnya tergantikan oleh rasa benci, pada Tuhan dan pada kakaknya yang dengan kejam meninggalkannya di saat terburuk dalam kehidupannya. Di tengah-tengah kehancuran itu, datanglah Okita Sougo. Pria itu menawarkan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh Kagura, pernikahan. Jika setuju, Okita Sougo berjanji akan membantu semua masalah Kagura. Tetapi ada satu syarat, Kagura tidak boleh jatuh cinta pada pria itu. Diberikan penawaran itu, Kagura langsung menerimanya. Dia tidak memerlukan cinta dari seorang pria, dia hanya membutuhkan senyuman bahagia dari keluarganya. Namun, apa yang Kagura malah berbanding balik dengan kenyataan. Dia mencintai Okita Sougo, pria berjuluk Pangeran Sadis, bajingan dari segala bajingan. Apakah Kagura bisa membuat Okita Sougo balik mencintainya, ataukah pada akhirnya dia hanya akan menjadi pihak yang menderita?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • ALASKALETTA
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Respirator [Selesai]
  • Salah Target
  • USAI? (On Going)
  • HAPPY ? it's Real or Fake [Complete]
  • Look at Me, MAMA! ✔

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines