Love You All the Way

Love You All the Way

  • WpView
    Dibaca 156
  • WpVote
    Vote 14
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jan 8, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Cinta bukan cuma tentang hati yang berdebar-debar saat dia tersenyum. Cinta juga bukan tentang awal yang bahagia dan akhir yang bikin nyesek. Tapi cinta itu tentang pengalaman." Dea menjeda. Kapasitas biskuit di mulutnya sudah melebihi batas sampai dia kesusahan untuk mengunyah. Setelah bersusah-payah menelan roti kering itu, Dea melanjutkan. "Jadi nggak usah galau-galauan gaje. Cinta akan berlaabuh di tempat yang tepat. Itu berarti bukan lo, karena cinta pergi dari lo." Neiva melempar cewek di depannya yang parahnya adalah sahabatnya sejak kecil dengan bantal. "Pikirin aja nasib lo sama Yoga! Sok nasehatin lagi. Kemarin aja nangis guling-guling kayak bocah kurang asupan." "Sa ae napa, bececeran kan biskuit gue," gerutu Dea sambil memunguti biskuitnya yang tercecer di karpet. "Namanya juga CBDE." "Apaan tu?" "Cinta Bersemi Dari Emotikon. Yoga kan salah ngirim emot pas itu." Neiva rasanya makin sebal saja. Ia lalu memiting Dea dari belakang dengan jurus bela diri asal-asalan. "Dasar! Spoiler! Gue kan udah bilang, jangan kasih tau itu, biar pembaca cari tau sendiri!"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#69
yoga
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • GILANG ABRAHAM
  • East sky first love
  • The Story Of Aghea
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • DeaSea
  • 36 days with you {saida} [End]
  • THE CLIMB [Completed]

Ketika sedang asyik menonton konser dan teringat akan tas jingjing kecil yang dibawa raib dari tangan, seketika itupula sosok di samping menjadi tertuduh. Adu mulutpun terjadi sehingga memancing semua orang menyaksikan, eh ternyata tas yang dicari tepat berada di bawah kaki gadis itu. Detik selanjutnya gadis itu tersenyum kaku dan kabur seketika itu pula karena merasa amat malu. Dan siapa sangka sosok yang dituduhnya telah mencuri tasnya itu satu kampus walau beda jurusan dengannya. Yang paling menyebalkan sosok itu ternyata preman kampus, bodohnya dia tak mengenali. Bagaimana caranya kabur saat tak sengaja bertemu dengannya? Dan bagaimana caranya menghindar ketika sosok itu mulai penasaran bahkan jatuh cinta padanya, bahkan memaksanya untuk mencintai balik? "Enggak, lo itu gak suka sama gwe, elo cuma mau bales dendam kan gara-gara gwe tuduh nyopet?" Teriak gadis itu "Kita liat saja nanti" sosok itu memperlihatkan senyum misteriusnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan