M. Hasanul Abi

M. Hasanul Abi

  • WpView
    Reads 301
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 28, 2018
"Jangan berkompromi dengan orang yang tak mau berkompromi denganmu." Tapi cinta bukanlah sebuah kompromi. Rumah hanya akan menjadi bangunan biasa bila tanpa cinta. Bagi seorang Mohammad Hasanul Abi, seorang Wanda Sugema adalah rumahnya. Tapi lelaki itu senang berlari, walau akhirnya akan pulang kepelukan gadisnya. Tapi apakah Wanda Sugema yang baginya adalah rumah, merupakan bangunan yang menetap dan tidak akan pergi. Cerita ini merupakan pasal-pasal kerinduan nostalgia mereka, salam kerinduan dari Wanda Sugema.
All Rights Reserved
#393
abi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nadi Membenci Hati
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • POHON SEKOLAH (alunan kisah dalam denting piano)
  • ELGA
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Gula - Gula
  • Arsyilazka
  • Cinta Dalam Diam

Namanya juga sudah cinta, menjadi gila pun tak mengapa. Nadi nekat mendaftar ke sekolah teknik demi satu alasan. Fatir. Cowok yang diam-diam dia suka sejak SMP. Tanpa pikir panjang, Nadi mengikuti jejaknya. Masalahnya, di kelas barunya, dia satu-satunya cewek di antara sekumpulan cowok dengan energi berlebih dan selera humor yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, Nadi kesulitan beradaptasi. Akan tetapi, lambat laun, dia mulai menikmati hari-harinya. Terutama karena bisa lebih dekat dengan Fatir. Usahanya tidak sia-sia. Setelah beberapa bulan, Fatir akhirnya meliriknya dan mereka mulai dekat. Nadi pikir perjuangannya selesai. Nyatanya, Fatir bukan cuma pacarnya. Cowok itu juga pacar orang lain. Fatir punya sistem yang unik. Dia punya pacar untuk setiap hari dalam seminggu dan Nadi mendapatkan hari Sabtu. Awalnya, Nadi menutup mata, pura-pura tidak peduli, asalkan tetap bisa bersama Fatir. Namun, lama-kelamaan, Nadi mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah cinta seharusnya dibagi? Ataukah dia hanya sedang mempertahankan sesuatu yang seharusnya dia lepaskan? Sekarang, Nadi harus memilih. Tetap menjadi "Pacar Sabtu" atau pergi dan menemukan dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines