No Drama Girl!

No Drama Girl!

  • WpView
    Reads 1,497
  • WpVote
    Votes 716
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2020
Rasa takut yang membuncah berharap ini hanya omong kosong belaka. Rasa takut yang mendominasi sehingga tenggelam dalam lamunan diri. Aku tidak berharap semua orang berpihak padaku, ada sisiku atau mendukungku. Aku juga tak mengharap belas kasihan yang tak akan menolong setitik pun. Aku hanya butuh, seseorang datang mendekat lalu memelukku dengan erat. Itu cukup, bahkan lebih dari cukup. Cerita ini, mungkin bukan cerita yang sedang digemari oleh remaja saat ini. Karena cerita ini tidak bercerita tentang gadis manja yang berada ditengah-tengah rumah mewah dan harta, dikelilingi oleh kasih sayang yang melimpah. Bukan juga cerita tentang cowok badboy dan cool boy yang digemari oleh semua penjuru sekolah. Dengan tingkah pahlawan dan aksi moralnya yang buruk. "Everything surround me, Had fooled me perfectly."
All Rights Reserved
#194
kuat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AL AL GANG [Complicated]
  • My Famous Boyfriend [Completed]
  • About SAMANTHA
  • ANALISA
  • Dari Luka Untuk Tawa✓
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Fuck Boy
  • Ali Arkhan
  • Back For Me (Completed)
  • Dear You

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines