50 Days with You

50 Days with You

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 4, 2018
Teruntuk seseorang yang telah menemaniku selama 50 hari.. Aku senang dan aku tak ingin menyesali 50 hari ku yang telah lalu. Aku senang sekaligus merasa lega bahwa itu kamu, Vian teman kecilku dulu. Aku bersyukur waktu itu kau menghubungiku untuk pertama kalinya, dan aku bersyukur kita bisa dekat lagi dengan berbalas pesan setiap harinya. Aku senang kita cocok untuk membuat canda bersama, aku senang kau masih mau mengingat dan mengakuiku sebagai teman kecilmu. Terimakasih kau telah mau mencariku dan berkirim pesan pertama kalinya untukku.. Vian, terimakasih kau tidak melupakanku.. Setidaknya pada dewasa ini ku merasa telah menemukan teman dekatku dulu.. Aku senang saat 50 hari telah mengenal lebih banyak tentangmu, bertukar cerita dan membuat canda.. Juga aku takkan lupa bahwa kau juga telah menyanyikan sebuah lagu dg iringan gitar sempurnamu untukku.. Terimakasih telah menemaniku selama 50 hari, terimakasih saat-saat itu aku tak kesepian dan selalu tertawa.. Aku harap kita bisa bertemu lagi, Vian Aku menyayangimu. Namun kali ini bukan seperti seorang teman, bukan sahabat atau saudara.. Tetapi sebagai seorang lelaki yang selalu aku cari.. * * *
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • UNREQUITED LOVE
  • Berjanji Untuk Sehati
  • psychologycal
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU
  • My Perfect BoyFriend
  • Tell The World I Love U
  • It's True Love With Ketos
  • Pretty Careless
  • ZATARFA (Tamat)

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines