Nostalgia Cinta Dalam Rindu

Nostalgia Cinta Dalam Rindu

  • WpView
    Reads 2,670
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 31, 2019
[SUDAH CETAK] [TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK] info pemesanan buku full novel nostalgia Cinta dalam Rindu: WA: 0812-8585-4756 Ig : (@)kholidfarhan_ Jika pada akhirnya, aku hanyalah lembaran kertas yang terbuang, dan kamu adalah pena. Apakah menulis dalam lembaran kertas, membuatmu puas? Jika tidak? Kau hanya menyimpan lembaran kertas yang sudah kau tulis, dalam rak minimalis. Lalu, lambat laun, kau mulai melupakan tulisan dan kertas itu. Bagaikan kenangan yang pernah kita lalui, kau lupakan dengan cepat, hingga; aku bukan lagi orang yang kamu cari, dan aku bukan lagi satu pilihanmu yang tepat. Jangan lupa berikan rating disetiap bagian isi cerita, ya :( Semoga baper, ya :') Kisah ini, ku persembahkan untuk; Seseorang yang pernah ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Tapi, masih merindukan dirinya kembali. Dicintai hanya sekadarnya, pergi semaunya. Itulah definisi mutlak orang itu. Seakan kenangan yang pernah dilalui, terjerembab dalam ingatan. Beberapa kenangan; terjebak dalam Nostalgia Cinta Dalam Rindu. Instagram Penulis : @kholidfarhan_ Twitter Penulis : kfarhan_17
All Rights Reserved
#192
nostalgia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Apa sih Rindu!? [Completed]
  • Aurellia, Love Story
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • Kepada sang pencipta rindu
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND
  • SIMALAKAMA💋

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines