Nostalgia Cinta Dalam Rindu

Nostalgia Cinta Dalam Rindu

  • WpView
    Reads 2,686
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 31, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
[SUDAH CETAK] [TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK] info pemesanan buku full novel nostalgia Cinta dalam Rindu: WA: 0812-8585-4756 Ig : (@)kholidfarhan_ Jika pada akhirnya, aku hanyalah lembaran kertas yang terbuang, dan kamu adalah pena. Apakah menulis dalam lembaran kertas, membuatmu puas? Jika tidak? Kau hanya menyimpan lembaran kertas yang sudah kau tulis, dalam rak minimalis. Lalu, lambat laun, kau mulai melupakan tulisan dan kertas itu. Bagaikan kenangan yang pernah kita lalui, kau lupakan dengan cepat, hingga; aku bukan lagi orang yang kamu cari, dan aku bukan lagi satu pilihanmu yang tepat. Jangan lupa berikan rating disetiap bagian isi cerita, ya :( Semoga baper, ya :') Kisah ini, ku persembahkan untuk; Seseorang yang pernah ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Tapi, masih merindukan dirinya kembali. Dicintai hanya sekadarnya, pergi semaunya. Itulah definisi mutlak orang itu. Seakan kenangan yang pernah dilalui, terjerembab dalam ingatan. Beberapa kenangan; terjebak dalam Nostalgia Cinta Dalam Rindu. Instagram Penulis : @kholidfarhan_ Twitter Penulis : kfarhan_17
All Rights Reserved
#316
sajak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Aksara Tak Bertuan
  • Cinta tak keliru (END)
  • Arkara [PROSES REVISI]
  • I'M HAPPY WITH YOU [TAMAT]
  • Aurellia, Love Story
  • Sekali Lagi (End)
  • Kepada sang pencipta rindu
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Apa sih Rindu!? [Completed]

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines