Mencintaimu (Lagi) SEGERA TERBIT

Mencintaimu (Lagi) SEGERA TERBIT

  • WpView
    LECTURAS 181,521
  • WpVote
    Votos 2,705
  • WpPart
    Partes 18
WpMetadataReadContenido adultoConcluida jue, jul 11, 2024
STOP PLAGIARISME!!! Ini hanya kisah sederahana antara dua anak manusia dengan karakter yang berbeda. Bersama dan membangun sebuah kata cinta, untuk menyatukan berbagai perbedaan yang ada. Ify mencintai Rio, begitu pula sebaliknya Rio mencintai Ify. Dan keduanya mempunyai cara tersendiri bagaimana menunjukkan rasa cinta yang ada. Lalu, dapatkan mereka bertahan di tengah perbedaan itu? Sanggupkah Ify terus menerima Rio yang sering bersikap cuek dan dingin padanya? Hingga masa lalu itu datang dan mengubah cinta yang ada menjadi sebuah bencana yang amat mengerikan. "Aku bertahan bukan karna aku ingin. Tapi, hatiku berteriak bahwa dia masih membutuhkanmu." Mau tahu? Iqro'!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Shadows of Love
  • Istri Cadangan
  • That's All Cause IFY (END) - Revisi
  • UNDESIRABLE
  • Breathe
  • Brandaly Girl
  • INDHY & DAVE (Completed)
  • Other Side
  • One Heart (Very Slow Update)

Ketika kalian mendengar kata "pernikahan", apa yang terlintas dalam benak kalian? Kehidupan yang penuh cinta? Dua insan yang menyatu dalam harmoni? Atau barangkali, cinta sejati yang abadi? Namun, bagaimana jika kenyataannya berbeda? "Mari kita bercerai." Suara itu terdengar tegas, namun ada jejak kelelahan di dalamnya. "Bercerai?" Tanya itu meluncur, disertai kebingungan yang terpancar dari matanya. "Ya. Sudah cukup. Empat tahun kita hidup dalam kebersamaan yang terasa begitu asing." "Tidak." Jawaban itu datang dengan ketegasan yang tak terduga. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?" Tanya itu nyaris seperti sebuah tantangan, dilontarkan dengan nada frustrasi. "Aku hanya pengantin pengganti... Kau tahu itu sejak awal. Tidak ada cinta, hanya kewajiban." Matanya bergetar, mencoba menahan emosi yang hampir tumpah. Pria itu menatapnya tajam, bibirnya menipis seolah sedang menahan sesuatu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido