GORESAN PENA

GORESAN PENA

  • WpView
    Reads 2,523
  • WpVote
    Votes 241
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2020
Bunuh sepimu dalam Tulisan, Tuang rindumu saat Senja menyapa, Lepas gundamu pada Binar Mega. Biarkan Lelahmu di dekap malam, Biarkan sinar Bintang menjadi saksi saat senja memilih kembali pulang dalam pelukan samudra. Biarkan Rembulan menemani kesunyian hingga sang surya kembali mengambil alih tugasnya. Dan Izinkan Aku tetap menggores tinta-tinta pada tiap lembar kertas putih sebagai Teman melepas penat dan mencurakan isi hati. Berisi Puisi dan Cerpen @nurningsi67
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY Expectation (FINISH)
  • CELOTEH Dalam Diam Ku Menyapa
  • Just Words
  • Almost.
  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)
  • The Choice [Completed]
  • Aksara Bercerita
  • Dia Dialeka [COMPLETED]
  • BINTANG&BULAN
  • Rain Drops ( On Going )

[Slow update] Aku memang orang yang bodoh!! Aku mencintainya tapi aku tidak memberitahu padanya. Aku menginginkannya tapi aku hanya bisa diam di hadapannya. Penyesalan pun datang menghampiriku, dia telah pergi, pergi jauh dariku, dan tidak akan pernah kembali. Aku berusaha menghentikannya, berlari mencarinya seperti orang gila, tapi aku tidak menemukannya. aku bertanya kepada setiap orang, tapi apa jawaban mereka?? "Dia tlah tiada." Tak terasa air mataku mulai jatuh membasahi pipiku. Mendengar setiap perkataan orang yang bilang bahwa dia tlah tiada,, aku tidak mempercayai hal itu, aku percaya cintaku tidak akan meninggalkanku secepat ini. Dan aku akan tetap terus berharap cintaku kembali dan memelukku. Masih dalam tahap revisi... Jika typo berhamburan mohon diingatkan

More details
WpActionLinkContent Guidelines