GORESAN PENA

GORESAN PENA

  • WpView
    Reads 2,535
  • WpVote
    Votes 241
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Bunuh sepimu dalam Tulisan, Tuang rindumu saat Senja menyapa, Lepas gundamu pada Binar Mega. Biarkan Lelahmu di dekap malam, Biarkan sinar Bintang menjadi saksi saat senja memilih kembali pulang dalam pelukan samudra. Biarkan Rembulan menemani kesunyian hingga sang surya kembali mengambil alih tugasnya. Dan Izinkan Aku tetap menggores tinta-tinta pada tiap lembar kertas putih sebagai Teman melepas penat dan mencurakan isi hati. Berisi Puisi dan Cerpen @nurningsi67
All Rights Reserved
#470
imajinasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)
  • Just Words
  • Aksara Bercerita
  • Alkara ( Terbit)
  • Love Of Youth
  • AlfAbel [END]
  • Dia Dialeka [COMPLETED]
  • The Choice [Completed]
  • CELOTEH Dalam Diam Ku Menyapa

Tinggal di satu galaksi, bersama-sama hidup di planet bumi, tidak membuatku mudah tuk mendekati sang pemilik senyum tanpa lesung pipi. Dirinya memiliki pesona yang tidak bisa aku deskprisikan. Tatapan matanya yang teduh, menyejukkan siapa saja yang dipandang. Termasuk aku. Dirinya ibarat sang penerang dunia di malam hari. Dirinya yang memiliki pesona di tengah manusia lainnya, bagaikan bulan di antara bintang yang bersinar. Dirinya adalah rembulan dengan sejuta kawan. Dirinya adalah rembulan yang membutuhkan mentari tuk bersinar. Lalu, apakah bisa tercipta cerita di antara bulan dan mentari?

More details
WpActionLinkContent Guidelines