We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Surat Dari Isi Hati Arluna (End)

Surat Dari Isi Hati Arluna (End)

  • WpView
    Reads 2,291
  • WpVote
    Votes 123
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 30, 2021
WpInfo
Fiction
Historical
Part-nya lengkap di KBM app. Arluna Althafunnisa, gadis rapuh yang di benci oleh Ibunya dari kecil hingga sekarang. Luna tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu. Setiap hari ia terluka mendengar kata-kata kasar dari mulut Ibunya, ia menerima dan selalu tersenyum untuk menutupi luka hatinya. Seringkali ia memikirkan dimana letak kesalahannya. Luna syok dan kaget saat tahu rahasia terkuak yang telah membuat Ibunya memperlakukannya buruk. Sanggupkah Luna bersabar atas kebencian ibunya? Rahasia apa yang di sembunyikan ke dua orang tuanya selama ini? hai... ini pertama kali saya menulis cerita disini. saya masih belajar menulis cerita yang saya dapat ini adalah ide saya dari dulu, harap maklum ya kalo ceritanya amburadul hehehe...
All Rights Reserved
#172
affection
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • Paradise
  • 𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐂𝐫𝐲, 𝐑𝐚𝐝𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚!
  • BULAN [END]
  • NISKALA ;Fractured Bonds
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Let Me Love You Longer
  • Memories in Moon
  • AVOID

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines