Diary Us

Diary Us

  • WpView
    Membaca 58,033
  • WpVote
    Vote 1,151
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Sep 16, 2020
(On going) "Kamu jahat, Lang?! Kamu tega sama aku?! Aku benci sama kamu?!" teriak gadis itu sambil memukul pria di hadapannya. "Maafin aku, sayang. Aku tidak bisa melepas kalian berdua. Kalian berdua penting dalam hidupku." "Shit! Kamu itu egois, Lang! Kamu cuma merhatiin diri kamu! Dan yah... yang namanya prioritas itu cuma satu, Lang. Kamu boleh suka sama banyak orang. Tapi kalau cinta Lang ... itu hanya satu! Dan tindakan kamu hari ini," gadis itu mengusap air matanya dan kembali melanjutkan perkataannya, " menunjukkan kalau kamu lebih milih dia daripada aku!" "Nggak! Aku milih kamu, sayang!" "Aku pamit, Lang. Makasih atas semua kenangan indah yang kamu berikan." "Sayang?! Dengerin aku dulu!" Tanpa menoleh kebelakang, gadis itu berjalan meyebrangi jalan raya dengan keadaan yang kacau. Hingga satu kejadian yang tak di inginkan pun terjadi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#338
mine
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • About a Diandra Story
  • CANTIKA
  • GAREIN [END]
  • We Are One
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • Love Is Hindered By Time
  • Possessive Badboy [END]
  • My Bad Baby Boy (Complete)
  • LANGIT [OPEN PRE-ORDER]

"Jadi guru Bahasa Inggris, ya, Di?" celetuk Udik dari tempatnya, "Dirga mau ngajarin arti kata i love you pada Rafika tuh, Pak," lanjutnya. "Bukan, Dik," balas Dirga, "gue mau jadi guru Sejarah aja, biar bisa ngajarin Rafika gimana perjuangan mendapatkan rasa cinta. Biar perjuangan gue gak sia-sia, entar ditulis dalam buku cetak, kan lumayan buat anak-anak kelas sepuluh nanti bisa belajar dari sejarah gue." Dirga tertawa puas dengan apa yang dia katakan. *** Dirgantara, murid kelas XI IPS-2 SMA Cakrawala Jakarta yang semakin terkenal karena kelakuannya yang nakal, sering membuat masalah saat di sekolah. Bahkan, hukuman dan surat panggilan pun tak pernah membuat dia jera, malahan itu bagus karena dia ingin melihat apakah salah satu dari orang tuanya datang ke sekolah atau tidak. Selama ini Dirga memang kurang perhatian dari kedua orang tuanya yang sibuk dengan kerjaan masing-masing. Apakah Dirga akan selamanya bersikap seperti itu? Bagaimana cara Dirga menyelesaikan semua masalahnya? Semuanya akan terjawab di dalam cerita ini. ________________________________________________ * FOLLOW DULU SEBELUM BACA CERITANYA. * BELUM DIREVISI SAMA SEKALI. * JANGAN LUPA VOTE, KOMENTAR, DAN SHARE KE SEMUA TEMANMU. * DITULIS ULANG KEMBALI DENGAN ALUR BERBEDA.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan