Menurut Jovan, cinta itu menggantung. Kodratnya tidak jelas, bagaikan warna kelabu yang hidup di antara hitam dan putih.
Berbeda dengan Anessa. Baginya, cinta itu lembut. Rasanya sangat manis, bagaikan gulali yang jatuh menghias lidah.
Namun, dari dua pernyataan yang diberikan oleh Jovan dan Anessa, ternyata ... cinta itu tidak dapat didefinisikan. Karena pada dasarnya, seseorang akan merasakan cinta saat dia mengalami apa yang namanya pengkhianatan, sakit hati, patah hati, sampai jatuh ke dalam jurang jenuh.
Kisah ini bukan menceritakan tentang siapa yang mencintai dan dicintai, tetapi kisah ini akan mengupas tentang luka yang lebur dalam tawa.
Inilah kisahnya ....
___
Konfliknya sederhana, jadi santai aja, oke?
#46 Lara (09-06-19)
#31 Tawa (09-06-19)
#41 Lara (10-06-19)
#29 Tawa (10-06-19)
#29 Lara (12-06-19)
#17 Tawa (12-06-19)
#17 AnakSekolah (17-06-19)
"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikahi perempuan lain. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, padanya aku terus menaruh rasa curiga. Hal-hal kecil membuatku marah dan tak mampu membendung emosi. Kecemasan-kecemasan itu benar-benar membuatku menderita. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi."
~ Serena Azura Auliana~
:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+
Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.