cinta sejati

cinta sejati

  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 29, 2018
WpInfo
Non-Fiction
-Hanya bisa melihat seseorang yang dikagumi dari kejauhan, menyentuhnya dalam bayangan, hayalan, mimpi saat ia menyapa ramah semua orang terasa begitu indah dan bahagia. Entah sudah berapa tahun lamanya aku belum bisa mengungkapkan semua kejujuran tentang perasan, cinta dan rasa dimana aku ingin memiliki meksi hanya sebentar saja. Perkenalkan usia ku saat ini 13 tahun tepat tahun depan aku akan memasuki usia ke 14 dimana seperempat target hidup ku sudah dijalani, ada yang masih saja terasa kurang merasa sepi ditengah keramaian, padahal aku sudah mempunyai pacar. Kami sering menghabiskan waktu berasama, makan, nonton, jalan, belanja, atau bahkan hal kecil lainnya kami lakukan bersama dia. Tetapi aku merasa semua itu terasahambar seperti lidah yang telah tebal karena makan-makanan terlalu panas. Tidak ada rasa, Mungkin hati ku sudah terasa mati atau mungkin hati ku pergi mencari seseorang yang sangat diinginkan. Ya memang benar sejak beberapa tahun lalu aku pernah menyukai seorang gadis bukan gadis yang sekarang menjadi pacar ku. Tetapi pujaan hati yang dulu aku idolakan. 2 Bulan lamanya aku mencari dia sambil berusaha move on dari masa lalu yang ditinggalkan orang tercinta. Akhirnya aku menemukan kabar baik sang gadis dimana sekarang dia bekerja dan tinggal sayangnya semua itu sudah terlambat semua sudah berakhir karena dia sudah memutuskan menikah dengan orang lain.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • About me (aku bocah alay)
  • Sekali Lagi (End)
  • Hopeless
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Embun Pagi
  • Dear Future (new version)
  • Aku, Kamu dan Hujan

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines