Pejuang Rasa

Pejuang Rasa

  • WpView
    Reads 615
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 27, 2020
"Bukan tidak mencintai mu Tapi aku ingin membuktikannya dengan cara yang lain Cara yang kamu suka dan Allah pun suka" Menjadi murid baru di kota yang baru ia singgahi tidaklah buruk. Bertemu dan berteman dengan orang-orang yang menyenangkan menambah warna dalam hidup nya. Bertemu banyak kisah baru Bergelut dengan perasaan yang rumit Dan Belajar arti bertahan Namun serumit dan semelelahkan nya hidup Satu yang perlu kita yakini Bahwa Allah tidak akan pernah memberikan sebuah ujian kepada hamba-hamba nya dengan ujian yang melampaui batas kemampuan hamba-hamba nya Spiritual - Teen Fiction 2018 artwork by @ovjshy_
All Rights Reserved
#63
sholehah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  •  Tunggu Aku Dirumahmu Ukhti
  • Jannah.
  • What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • Di Balik Patah Hati [SELESAI]
  • ADEUS

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines