LI(f)E

LI(f)E

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 10, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
TW: Suicide/Mental Illness Namaku Vanda. Di kamusku hanya ada satu kalimat yaitu, "AKU INGIN MATI." Mereka memberi nama yang indah dengan arti "harapan" kepada bayi mungil yang tak pernah diduga akan menghabiskan masa hidupnya dengan tanpa harapan. Sangat ironis, memang. Tapi apa boleh buat. Sejak awal, bukan aku yang ingin seperti ini. Sejak awal, mereka yang berharap terlalu banyak padaku. Sejak awal... aku sudah berusaha dengan sangat keras untuk mewujudkan keinginan semua orang. Aku tak pernah ingin mengecewakan orang di sekitarku. Aku tak pernah ingin menyakiti hati mereka. Aku tak pernah ingin menjadi beban untuk mereka. Tulisan ini adalah sebuah perjalan. Perjalan yang entah apa akhirnya dan di mana ujungnya. Perjalanan yang penuh akan pemberhentian. Perjalan entah untuk kembali atau pergi.
All Rights Reserved
#209
harapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANOI 1894 - The Disastrous Ritual
  • Meneroka Jiwa 2
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • Cinta Sang Senopati  (END)
  • Human Disease
  • Unexpected Bonds
  • Maybe Happy?✔
  • Hopeless
  • Annalise and The Underworld [Ending]

Urai tak jera mencari perhatian pemuda pujaan hatinya. Sementara Deka selalu sinis dan sarkastis pada Urai yang menurutnya tukang pembuat onar. Sampai akhirnya sebuah anomali alam membuat kedua insan itu terlempar ke dalam portal gaib. Mendadak, mereka terjebak dalam situasi genting. "Kenapa pakaian mereka seperti pakaian orang Dayak zaman dulu?" bisik Urai. "Aku juga nggak tahu," balas Deka. "Deka, kita di mana sebenarnya?" Urai meremas lengan pemuda di sampingnya. "Rai, aku takut masalah kita bukan cuma di mana kita, tapi di tahun berapa." Mata Urai membelalak. "Ki-kita kembali ke masa lalu?" Belum sempat menjawab, Deka merasakan hantaman keras di bagian belakang kepala. Alam sekitar seketika menjadi gelap. Samar-samar ia mendengar jeritan Urai meminta tolong. . . nataliafuradantin ~ 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines