Sajak pujangga

Sajak pujangga

  • WpView
    Reads 956
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Tue, Dec 11, 2018
Termasuk daku, putus cinta membuatku seperti pujangga dengan segudang suka duka. Seakan buta arah dalam mata terbuka. Hanya untuk satu rasa yang terbawa asa, lalu kesunyian datang mendekap. Aku terpaku oleh waktu yang terbentang, dibayangi oleh bayang masa silam. Terus menyiksa jiwa hingga redam dan lupa rasa sebuah bahagia. Yang perlahan mulai menyamak seisi kepala dimana akal liar melahirkan sebuah karya yang menghidupkan cerita lama. sebab dalam goresan pena kau hidup namun dengan hati yang mati. Karena untukmu, ini adalah langkah tepat bagiku menuang segala gundah gulana dari sejuta sesal didada.
All Rights Reserved
#44
goresankata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • 5 Kisah [ END ]
  • Samudra
  • The Dark Side(END)
  • Back Or Πot ? [ HiΠata Centric ]
  • Barisan Penyesalan
  • because you
  • Untuk Dimas (End) REVISI
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines