DE VEULENT

DE VEULENT

  • WpView
    GELESEN 44
  • WpVote
    Stimmen 6
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadErwachseneninhaltAbgeschlossene Geschichte Fr., Sep. 21, 2018
Cornelia Agatha Mowren perempuan cantik, lugu namun terkesan cuek membuat ia menjadi korban bullyan teman-temannya. Ayahnya yang tiba-tiba saja memutuskan untuk menikah kembali dengan janda beranak satu membuat ia menjadi terasingkan. Disaat ia sedang membutuhkan orang lain, ia bertemu dengan laki laki asing yang mengaku menjadi mate Agatha. Namun, pandangan tersebut berubah, seakan Agatha tidak peduli siapa dia.Sampai saat itu, Agatha tidak habis pikir ketika ia bertemu dengan Xeino Venderseen yang mengaku laki-laki yang telah memperkosa dirinya. 2 pria yang tidak pernah melepaskan Agatha. Tidak akan membiarkan Agatha terluka oleh siapapun. Tapi entah bagaimana takdir menentukan.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Xagala
  • The NECROMANCER
  • Dia Seorang Vampir (On Going)
  • My Vampire Lover
  • Legatha [END]
  • Changed My Destiny
  • NIGHTSHADE: House of Thrones
  • HUNTING!'the blood' [HUNTING!SEASON1] COMPLETE✅
Xagala

Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien