We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Amigdala
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 2, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Berharap adalah kesakitan yang terus diusahakan" Setidaknya itulah definisi berharap bagi Angga Pranasta. Cowok tampan yang super duper dingin pindahan Kuala Lumpur. Ditambah lagi segudang prestasi dalam bidang akademik dan olahraga renang yang membuatnya langsung menjadi sorotan dari seluruh penghuni SMA Tunas Cendikia. Secara tidak langsung membuat Anggi Rynanda Widjaya, cewek labil nan super duper ramah yang tengah menjabat sebagai ketua OSIS SMA Tunas Cendikia merasa tersaingi. Bagaimana tidak, di tiap semester Anggi lah yang selalu tampil menjadi juara umum berturut-turut di sekolahnya. Tapi, sejak kedatangan Angga kesekolahnya membuat dia agak iri dengan perhatian yang terbagi. Sementara Angga menganggap semua orang asing itu sampah. Dan ia kembali ke tanah air bukan untuk menjadi populer. Alasannya kembali adalah untuk pembalasan sebuah dendam lama yang lukanya masih terasa seperti baru. Namun seiring berjalannya waktu, Angga baru menyadari bahwa orang yang seharusnya ia benci mati-matian adalah orang yang membuat dirinya secara tak sadar telah jatuh ke dalam sumur harapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dirga
  • Anggi & Anggia
  • 1. ABOUT ME ✔️
  • ARGLADIS
  • Yang hilang Tak pernah sama
  • It's You
  • Rentetan Rasa (Completed)
  • RASA YANG TERSEMBUNYI
Dirga

Tak ada bedanya kehidupan anjing liar dan seorang Dirga Martawangsa. Sama-sama tak memiliki tempat pulang, sama-sama hidup semaunya. Menggonggong dan menggigit sana sini untuk bertahan dari dunia yang keras. Berbeda dengan kembarannya, Tirta Martawangsa yang merupakan ketua OSIS di SMA Adinata. Dirga justru menjadi siswa rebel yang gemar memberontak. "Aturan ada buat dilanggar, Tir. Kalo dari dulu kita taat aturan keluarga Martawangsa." Dirga menatap tajam pada kedua bola mata kembarannya. "Udah mati kita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines