We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cambria
  • WpView
    Reads 864
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 28, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Mairi tidak pernah berpikir bahwa ia memiliki sesuatu yang istimewa dalam hidupnya selain penderitaan. Mengidap penyakit aneh membuat gadis itu tak pernah berharap apa-apa selain kematian yang sederhana. Namun, semua berbeda setelah ia tanpa sengaja sampai di sebuah tempat yang tak pernah ada di dalam peta dunia. Di sinilah kisah baru dimulai. Tentang perjuangan membebaskan. Untuk kehidupan dan untuk pulang. "They call it the Land of Cambria." Copyright ©2018 greacellaaa
All Rights Reserved
#207
prince
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Gummy [END]
  • DIMENSION
  • Behind the Chill of the Night Wind
  • The past
  • Another World: Become the Maid of the obsessed male lead
  • The Wolf & Prince - Tale of Two World [END]
  • Introverts to Extroverts
  • Important Figuran (END)
  • Langit Tak Mendengar

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

More details
WpActionLinkContent Guidelines