We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
matchmaking brings blessings

matchmaking brings blessings

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 15, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku harus menikah dengan kakak kelas ku... Whatt!1!1!😳 Gak pernah terbayang sih... Apalagi satu eskul.. Terus sekarang aku lagi hamil... Yaaa...cukup perhatian sih... :) tapii... Kadang risih akh..😡 Dia over protektif bgt sihh... Kan nyebelin😕" ~Syakira putri "Demi apa gua nikah sama dekel gua??😳 gak pernah nyangka gua... Apalagi dia lagi hamil sekarang... Entah kenapa kok bisa ya?😌 Padahal gua gak punya perasaan apapun ke dia... Tapi kalau liat dia sama cowok lain gua gk suka aja gitu... Bukan berati gua cemburu loh ya.. Gua cuman gk suka aja.. Apalagi sekarang dia lagi hamil gua jaga terus lah dia... Gua gak mau calon anak gua kenapa kenapa ya walaupun dia udah ngomel ngomel gak jelas ya gua gak peduli lah... Yang gua peduliin sekarang adalah anak gua yang ada di perut dia" ~Revaldo affendi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 9096 (Complete)
  • sahabat kok gini?! || NA2 (End)
  • Cukup Mengagumimu [SELESAI]
  • MAS SUAMI (END)
  • Wedding Story
  • GOOD DADDY (REVISI)
  • I'M NOT CRAZY (ON GOING)
  • RAVENDRA

(DALAM PROSES PENERBITAN) (BEBERAPA PART DIHAPUS) - "Aku hamil, Pa.." Kata Seruni. Shit. Aku hampir meloncat dari sofa karena saking kagetnya. Papa seketika melotot. "Runi, kamu jangan bercanda, ya!" Adikku menghela nafasnya. "Kita semua kumpul kayak gini, bukan untuk dengerin aku bercanda, Pa.. aku benar hamil; anakku dan mas Sena.." Mama langsung megangin dadanya yang sepertinya tiba-tiba sesak. "Sen?" Aku menatap Sena yang ada di sebelah Seruni. "Bener?!!" Nawasena tampak bergeming. Kemudian, dia menghela nafas panjang. "Bener, Ra.." Aku langsung mengambil sapu rumah, hendak menghajar Nawasena yang kemudian langsung bangkit dan berlari keluar rumah. Disusul Seruni yang nggak tahu lagi harus berbuat apa selain melindungi Ayah dari calon bayinya. Semenjak saat itu, rasanya waktu berlalu sangat cepat. Semuanya sibuk mempersiapkan pernikahan Seruni dan Nawasena, sampai suatu hari, aku harus duduk berdua dengan Papa dan Mama membicarakan suatu hal. Kami bertiga terdiam cukup lama, sampai akhirnya Mama membuka suara. "Arawinda.. kamu juga harus segera menikah," Semenjak saat itu juga, hari-hariku nggak lagi sama. - 9096 adalah karya saya yang ketiga. Menaruh harapan pada genre komedi romantis, semoga karya saya satu ini bisa menghibur semuanya. Mungkin bukan senyum geli, atau bahkan gelak tawa. Yang saya harapkan, cerita ini tetap bisa menjadi pesan yang memberikan arti. Sekecil apapun itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines