matchmaking brings blessings

matchmaking brings blessings

  • WpView
    Membaca 56
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Sep 15, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Aku harus menikah dengan kakak kelas ku... Whatt!1!1!😳 Gak pernah terbayang sih... Apalagi satu eskul.. Terus sekarang aku lagi hamil... Yaaa...cukup perhatian sih... :) tapii... Kadang risih akh..😡 Dia over protektif bgt sihh... Kan nyebelin😕" ~Syakira putri "Demi apa gua nikah sama dekel gua??😳 gak pernah nyangka gua... Apalagi dia lagi hamil sekarang... Entah kenapa kok bisa ya?😌 Padahal gua gak punya perasaan apapun ke dia... Tapi kalau liat dia sama cowok lain gua gk suka aja gitu... Bukan berati gua cemburu loh ya.. Gua cuman gk suka aja.. Apalagi sekarang dia lagi hamil gua jaga terus lah dia... Gua gak mau calon anak gua kenapa kenapa ya walaupun dia udah ngomel ngomel gak jelas ya gua gak peduli lah... Yang gua peduliin sekarang adalah anak gua yang ada di perut dia" ~Revaldo affendi
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Baby's Contract✓
  • 9096 (Complete)
  • sahabat kok gini?! || NA2 (End)
  • Wedding Story
  • Maniac Step Brother (18+)
  • Cukup Mengagumimu [SELESAI]
  • GOOD DADDY (REVISI)
  • TITIPAN HATI (END)

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan