Story cover for Alina by babysugar15
Alina
  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Sep 02, 2018
Mature
Ini kisah tentang rasa yang tak kunjung mendapat balasan. Rasa yang tetap bertahan, meski luka menghiasi segalanya. Rasa yang mati-matian berdiri tegap, meski sudah retak separuh. Rasa yang akhirnya terpendam, mengendap dan membekas menyisakan sesak. 

Ini kisah Alina yang perasaannya tak akan permah terbalas, dan harus menghadapi banyak kenyataan menyakitkan yang perlahan membuat gadis itu rapuh. 

----------------------------------------------------------------------------------

"Jadi, lo suka sama gue?" 

Alina mengangguk samar, ekspresinya terlihat takut dan gelisah. Nafasnya tersendat, tapi Devan tak menyadari hal itu. 

Yang Alina tahu, terdengar helaan nafas panjang di sana. 

"Lo tau kan, gue pacaran sama Linda?" 

"Tapi, Linda ga pernah ngaku." 

"Lo percaya?" 

Alina mengangguk,

"Dia masih malu buat ngakuin." 

Kepala Alina mendadak pening, padahal tujuannya hanya untuk mengungkapkan perasaannya, tak lebih. Tapi dia malah dapat penolakan walaupun secara tak langsung diutarakan oleh Devan.

"Gue.. cuma mau ngungkapin Dev, ga lebih. Jadi gue mohon, gausah nambah beban sakit hati gue." 

"Ya gue juga cuma mau bilang kalo gue pacaran sama Linda. Lagian, walaupun gue lagi ga pacaran, kemungkinan besar gue ga akan nerima lo. Lo terlalu ngeselin buat jadi pacar gue. Lo kurang cantik."
All Rights Reserved
Sign up to add Alina to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
JATUH GAK CUMAN SEKALI by aviershta
18 parts Ongoing
Siap! Aku bikin versi yang lebih gokil, penuh lawakan, dan bikin penasaran banget: "JATUH GAK CUMAN SEKALI" Zea cuma pengen sekolah dengan tenang. Tapi, hidup? Ah, dia kayak sinyal WiFi di dalam hutan nggak pernah stabil. Seminggu sebelum MPLS, Zea jatuh dari motor. Hasilnya? Badan lecet-lecet, jalan pincang kayak robot yang kehabisan baterai. Tapi semangat Zea? Tetap nyala, walau kakinya bilang, "Tolong, kasih aku istirahat dong!" Dengan gaya jalan ala zombie setengah patah itu, dia berangkat ke sekolah. Eh, siapa sangka? Itu baru babak pembuka dari drama kehidupan ala Zea. Mulai dari dipanggil "Pincang" oleh Gavin, cowok OSIS yang ngeselin tapi entah kenapa bikin Zea pengen ngelempar sepatu eh, tapi sepatu lagi di kaki yang pincang, jadi nggak bisa. Trus, dia nyasar ke UKS dan ketemu Rafael, kakak kelas yang gantengnya level dewa, sopannya level malaikat, bikin Zea hampir lupa kalau kakinya masih sakit. Drama makin kencang! Ada Acel, si jenius yang bablas soal cinta katanya paham, tapi prakteknya? Duh, bikin kita ketawa sampe perut keram. Terus Alenna, kakak sirkel yang super dewasa dia satu-satunya yang kayak alarm darurat kalau semuanya mulai kacau. Dan Arlan, cowok yang lebih sering nongkrong sama Gavin daripada ngurusin dirinya sendiri. Jadi, hidup SMA itu bukan cuma soal ngerjain PR, nilai, atau guru killer yang galak. Tapi soal patah hati yang nggak keliatan, tawa yang pecah-pecah, dan sahabat yang kadang lebih bikin pusing daripada pelajaran matematika. Pelajaran paling penting buat Zea? Ternyata yang paling bahaya bukan luka di kaki yang bikin jalan pincang. Tapi luka di hati yang datang tanpa peringatan dan itu jauh lebih nyesek daripada jatuh dari motor.
You may also like
Slide 1 of 8
JATUH GAK CUMAN SEKALI cover
You are My Destiny (Completed) cover
Lelah Dilatih Rasa [END] cover
Be Yours cover
ALVANSA [Completed] cover
DeaSea  cover
ALANAALANKA. [ ON GOING] cover
DRABIA [END] cover

JATUH GAK CUMAN SEKALI

18 parts Ongoing

Siap! Aku bikin versi yang lebih gokil, penuh lawakan, dan bikin penasaran banget: "JATUH GAK CUMAN SEKALI" Zea cuma pengen sekolah dengan tenang. Tapi, hidup? Ah, dia kayak sinyal WiFi di dalam hutan nggak pernah stabil. Seminggu sebelum MPLS, Zea jatuh dari motor. Hasilnya? Badan lecet-lecet, jalan pincang kayak robot yang kehabisan baterai. Tapi semangat Zea? Tetap nyala, walau kakinya bilang, "Tolong, kasih aku istirahat dong!" Dengan gaya jalan ala zombie setengah patah itu, dia berangkat ke sekolah. Eh, siapa sangka? Itu baru babak pembuka dari drama kehidupan ala Zea. Mulai dari dipanggil "Pincang" oleh Gavin, cowok OSIS yang ngeselin tapi entah kenapa bikin Zea pengen ngelempar sepatu eh, tapi sepatu lagi di kaki yang pincang, jadi nggak bisa. Trus, dia nyasar ke UKS dan ketemu Rafael, kakak kelas yang gantengnya level dewa, sopannya level malaikat, bikin Zea hampir lupa kalau kakinya masih sakit. Drama makin kencang! Ada Acel, si jenius yang bablas soal cinta katanya paham, tapi prakteknya? Duh, bikin kita ketawa sampe perut keram. Terus Alenna, kakak sirkel yang super dewasa dia satu-satunya yang kayak alarm darurat kalau semuanya mulai kacau. Dan Arlan, cowok yang lebih sering nongkrong sama Gavin daripada ngurusin dirinya sendiri. Jadi, hidup SMA itu bukan cuma soal ngerjain PR, nilai, atau guru killer yang galak. Tapi soal patah hati yang nggak keliatan, tawa yang pecah-pecah, dan sahabat yang kadang lebih bikin pusing daripada pelajaran matematika. Pelajaran paling penting buat Zea? Ternyata yang paling bahaya bukan luka di kaki yang bikin jalan pincang. Tapi luka di hati yang datang tanpa peringatan dan itu jauh lebih nyesek daripada jatuh dari motor.