LUSIANA
  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 11, 2018
Lusiana, gadis berumur 17 tahun itu harus menerima banyak kesedihan dalam hidupnya. Ketika orang yang paling ia cintai hilang bagai ditelan bumi. "Kemana dia?" "Saat dunia tak berpihak padaku, saat aku membutuhkan sandaran bahunya, saat aku membutukan tangannya untuk menghapus air mataku, kemana dia? Aku membutuhkannya sekarang Tuhan..." Disaat dirinya merasa sendirian, datanglah seseorang yang membuat hidupnya menjadi lebih baik, seseorang yang membuatnya lebih dekat dengan Robbnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silence In Their Minds
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Before I Knew Light
  • Kesedihan [SELESAI]
  • LOVE WILL FIND A WAY
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • The Knife Smelled Like A Flower
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)

--- Azellea selalu terlihat ceria. Senyumnya sehangat matahari pagi, tawanya seperti lagu yang menenangkan. Di sekolah, ia dikenal sebagai gadis yang ramah, penuh semangat, dan selalu membuat orang lain nyaman berada di sekitarnya. Namun di balik semua itu, tersembunyi luka-luka yang tak pernah ia tunjukkan. Dari rumah yang tak lagi terasa seperti rumah, dari pertemanan yang menyisakan pengkhianatan, hingga cinta pertama yang justru meninggalkan jejak paling perih. Azellea menyembunyikan segalanya di balik senyum dan kata-kata positifnya. Karena baginya, menunjukkan kesedihan adalah tanda kelemahan. Dan menjadi kuat... adalah satu-satunya cara agar ia bisa bertahan. Tapi sekuat apa pun seseorang berpura-pura bahagia, luka yang tak diobati akan terus membesar. Sampai akhirnya, Azellea harus memilih: terus menjadi "baik-baik saja" atau mulai menyembuhkan dirinya yang sesungguhnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines