LUSIANA
  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Lusiana, gadis berumur 17 tahun itu harus menerima banyak kesedihan dalam hidupnya. Ketika orang yang paling ia cintai hilang bagai ditelan bumi. "Kemana dia?" "Saat dunia tak berpihak padaku, saat aku membutuhkan sandaran bahunya, saat aku membutukan tangannya untuk menghapus air mataku, kemana dia? Aku membutuhkannya sekarang Tuhan..." Disaat dirinya merasa sendirian, datanglah seseorang yang membuat hidupnya menjadi lebih baik, seseorang yang membuatnya lebih dekat dengan Robbnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raina Maramitha
  • Kesedihan [SELESAI]
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Silence In Their Minds
  • Waktu?
  • Bayangan Orang Lain
  • Sebuah Cerita untuk Cahya (SELESAI)
  • RENJANA DERANA [END]

~Raina Maramitha~ Baginya hidup ini benar-benar rumit, perihal perasaan yang membelenggu membuatnya seolah berada pada kepalsuan hidup. Ia tertawa, tapi tak pernah benar-benar bahagia. Ia tersenyum, tapi tak pernah benar-benar merasa baik-baik saja. "Seperti apa sebenarnya definisi kebahagiaan itu?" Ada ruang dihatinya yang terasa hampa. Ada ruang dihatinya yang terasa perih, Ada kenyataan hidup yang tak bisa diterima olehnya. Ia hanya ingin benar-benar merasa bahagia. Tidak ada rasa sakit, ketika menerima kenyataan hidup. Tidak ada rasa hampa ketika tertawa, Tidak ada rasa perih ketika tersenyum. Ia menginginkan kedamaian hati itu. Kedamaian yang membawanya pada kebahagiaan sejati. Akankah dirinya dapat merasakannya? Akankah dirinya bisa berdamai dengan keadaan? Akankah dirinya dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati? ** [Blurb] "Lo tahu, Lo orang paling jahat yang pernah gue temui," sarkas seorang pria berhoodie hitam. Raina terdiam air matanya mengalir deras di pipinya. "Demi kebahagiaan Lo sendiri, Lo tega hancurin kebahagiaan keluarga lain, hah?" sinis pria tersebut. Risa menggeleng dengan air mata yng terus mengalir. "LO MUNAFIK RAINA!" Raina jatuh tersungkur. Badannya meluruh. Hatinya terasa remuk. Semua terasa berhenti baginya. Tubuhnya melemas. Ucapan pria tersebut seolah membuat Raina hilang dari dunia ini. #Catatan: Hanya fiksi belaka #cover by Lela ig : lelasyn_

More details
WpActionLinkContent Guidelines