LUSIANA
  • WpView
    Membaca 85
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Okt 11, 2018
Lusiana, gadis berumur 17 tahun itu harus menerima banyak kesedihan dalam hidupnya. Ketika orang yang paling ia cintai hilang bagai ditelan bumi. "Kemana dia?" "Saat dunia tak berpihak padaku, saat aku membutuhkan sandaran bahunya, saat aku membutukan tangannya untuk menghapus air mataku, kemana dia? Aku membutuhkannya sekarang Tuhan..." Disaat dirinya merasa sendirian, datanglah seseorang yang membuat hidupnya menjadi lebih baik, seseorang yang membuatnya lebih dekat dengan Robbnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • RENJANA DERANA [END]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Waktu?
  • Sebuah Cerita untuk Cahya (SELESAI)
  • Raina Maramitha
  • Bayangan Orang Lain

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan