SEND MIRACLE

SEND MIRACLE

  • WpView
    Reads 273
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 11, 2021
Kini aku dan engkau saling berpaling tanpa beradu pandang,tidak ada asmara, hampa, rimpun, dan berantakan. Kini,engkau hanyalah setangkai bunga lily yang ku tunggu layu. Marlena. Perempuan pesisir yang merindukan aspal. Setiap hariku hanya berjumpa dengan ratusan pohon kelapa, beribu karang, dan hamparan pasir pantai yang tidak terhingga jumlahnya. Bersahabat dengan ombak yang selalu abu-abu menerpa bibir pantai. Marlena gadis pendiam dan tidak suka keramaian kota. Tetapi ketika sahabatnya menghilang, Marlena menepis egonya pergi ke kota seorang diri. Apakah Marlena akan menemukan sahabatnya di kota besar?
All Rights Reserved
#6
meraki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LARA(SA)
  • We Know the Ending (Completed)
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Rainy Rain
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • Our Story
  • DUA GARIS
  • Nestapa [END]
LARA(SA)

Terkadang orang yang paling kita tunggu bisa tiba-tiba biasa saja. Rasa yang bergebuh-gebuh untuknya tiba-tiba hambar seperti kehilangan nikmat untuk di santap, bahkan setelah sebuah pernyataan yang begitu di tunggu itu terungkap. Mungkin saja kemarin rasa itu terjebak dalam sebuah ruang yang di sebut janji. Janji sebuah kepulangan, janji untuk kesetiaan. Menunggu bukanlah pilihan, memaafkan bukanlah keharusan. Namun berdamai dengan masa lalu adalah keharusan yang tak punya pilihan. Ini adalah tulisan saya yang teenlit sekali. Mungkin di dalamnya banyak keadaan dimana itu tak akan di sukai bagi penggemar cerita genre lain. Kritik dan sarannya 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines