Ini bukan kisah cinta yang bahagia, ini hanyalah kisah seseorang yang berjuang tapi selalu di pandang sebelah mata, dan dari sini lah kita belajar tentang cara melepaskan walaupun menyakitkan
-Farel Wijaya, cowo dengan postur tubuh tinggi, manis, pintar, dengan segudang prestasi, selain itu dia juga jago dalam olahraga Volly, anak kelas 11 IPA, salah satu most wanted di sekolah SMA Nusantara
-Reina Adelia Putri, Cewe Cantik, manis, alay, suka baperan, suka stalking cogan/kakel, eiitsss tapi jangan salah, dia juga termasuk cewe yang pinter di kelasnya, buktinya dia rank 5 di kelasnya, lumayan kan :v,
Suka banget sama Farel, tapi sayang banget sukanyaa diem-diem (secret admirer) suka dari jaman SD, sampe sekarang masih suka, sampe-sampe dia ikutin dimana Farel sekolah, gila emang si reina :v btw dia anak IPA juga yaa kaya Farel, beda nya dia kelas 10 heheh
-Tasya Septirasa, biasa dipanggil Caca, Cantik, suka ikut modelling gitu, Pacarnya si Farel ingat yaa PACAR FAREL, mereka baru pacaran pas Masuk SMA, Caca cantik, tapi sayang dia Belagu, banyak yang gak suka sama dia.
-Rendi Saputra, Gerald Arvier, Brian Arjuna, best friends nya Farel, mereka kenal dari SMP, kompak pokoknya mereka, tapi jangan lupakan, mereka otaknya pada sableng, kecuali ya si Riyan yang agak mendingan heheh
-Amyra Safina, Bianca Livania, sahabatnya Reina, Dari SD mereka udah bareng terus, Mereka juga tau kalo Reina suka Farel dari SD, dan jangan lupakan hobby mereka itu sama, yaps, nonton drakor, mereka suka banget sama drakor, emang dasar ya remaja jaman sekarang
-Talia anifa, best friend nya caca, suka sama Brian temen Farel, tapi mereka belom jadian looh yaa
Udah ya sampe itu aja perkenalan nya hehe:v
Follow sebelum baca oke?
🔞
BOYFRIENDS SERIES 01
"Kak Farrell! Kakak dari mana aja sih? Kok baru sampe? Sya sya udah nunggu dari jam 2 loh?" Aditsya dibalik kaca mata cewek itu menatap kesal Farrel yang baru saja tiba. Padahal mereka sudah berjanji untuk bertemu pukul 2 siang tapi cowok yang merupakan kakak kelas sekaligus pacarnya itu baru tiba sekarang saat matahari sudah mau tenggelam.
"Maaf yah Sya. Tadi biasa main dulu sama Bianca dia ngajakin soalnya heh" cowok itu tertawa ringan tanpa sungkan berkata tentang alasan cowok itu yang telat.
Aditsya mengulas senyum lebar, mungkin lebih lebar dari biasanya sengaja menutupi sakit yang baru saja cowok disampingnya itu berikan entah dengan sengaja atau tidak.
"Kak kalo aku mau main sama kakak..." Farrel menoleh cepat, menatap Aditsya dengan berbinar.
"Kakak, gak bakal main sama kak Bianca lagi?" Farrel mengangguk cepat.
"Jelas dong Aditsya ku sayang, aku punya kamu kenapa harus main sama Bianca?"
Dengan hembusan nafas pelan Aditsya meyakinkan diri untuk percaya pada apa yang Farrel katakan.
"Oke"
-----*-----
"Ahk Ka! Pelahn ahh pelanh Ka!"
Tanpa mau menggubris rintihan dari Aditsya. Farrell dengan kasar mendorong ereksinya kedalam lubang surga milik Aditsya yang sekarang berteriak keras saat keperawanannya dirobek kasar oleh Farrell.
"Ahh Ka! Pelan pelan Ahh ahh!"
"Enak kan Sya? Kamu bakal suka ini uhh"
"Ahh kak, sakit pelanh ahh pelan ka!"
-----*-----
"Sya, Aku tau aku salah, aku tau aku udah nyakitin kamu tapi tolong sya. Aku mohon maafin aku... Aku rela sujud dikaki kamu kalo itu yang kamu mau. Tapi aku mohon sya, aku mohon maafin aku" Lagi Farrell memohon entah yang keberapa pada cewek yang sudah dia hancurkan dimasa lalu itu.
"Maaf kamu bilang? Aku gak bakal mau maafin kamu sampe kapan pun! Mau kamu sujud di kaki aku bahkan mati demi dapatin maaf dari aku pun kamu gak bakal pernah dapet maaf dari aku!" Aditsya berlalu, meninggalkan Farrell dengan kebisuan cowok itu.